Kajian Subuh: Qs. Al Mu'minuun ayat 75 - 77, Pengingat Sebelum Datangnya Siksa Allah
- 15 Jun 2024 09:07 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Ini adalah penjelasan tentang kerasnya penolakan dan penentangan Kaum Kafir, dan bahwa bila mereka terhimpit oleh marabahaya, maka mereka memohon kepada Allah agar menyingkirkannnya dari mereka supaya nanti mereka beriman. Atau Allah menguji mereka dengan itu, supaya mereka kembali kepadaNya. Itulah yang disampaikan oleh Guru Besar UIN Mataram, dalam Kajian Subuh di Islamic Center NTB pagi, Sabtu (15/6/2024).
Sesungguhnya Allah bila telah menyirnakan bahaya itu, Namun mereka terombang-ambing dan melewati batas kafir mereka, maksudnya mereka mondar-mandir dalam kubangan kekufuran mereka dalam keadaan ragu-ragu. Sebagaimana mereka saat berada di atas kapal, mereka memanjatkan doa dengan mengikhlaskan doa hanya kepada Allah dan melupkan sesembahan-sesembahan yang mereka sekutukan. Manakala Allah telah menyelamatkan mereka, dengan tiba-tiba mereka lebih menyukai syirik dan lainnya didaratan.
Sesungguhnya Allah sudah pernah menimpakan azab kelaparan selama bertahun-tahun kepada mereka, atau membinasakan mereka pada perang Badr. Namun mereka tetap tidak tunduk dan tidak melakukan ketaatan, juga tidak memohon kepada-Nya dengan merendahkan diri. Bahkan mereka justru durhaka, tidak takut dan tidak memohon pertolongan dengan berdoa kepada Allah ketika kesulitan.
Ibnu Abbas berkata: Abu Sufyan mendatangi Nabi dan berkata: Wahai Muhammad, aku akan mendendangkanmu dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, bahwa kami telah memakan ‘ilhazim yaitu bulu onta dan darah. Sehingga Allah menurunkan ayat ini.
Allah Berfirman, ”hingga apabila kami bukakan untuk mereka suatu pintu yang ada azab yang amat sangat parah, diwaktu itulah tiba-tiba mereka menjadi putus asa,” Hendaknya Kita hati-hati sebelum datangnya siksa Allah yang sangat pedih, yang tidak bisa ditolak. Berbeda dengan siksaan yang biasa, mungkin saja Allah mencabutnya kembali, semisal hukuman-hukuman duniawi yang dijatuhkan oleh Allah untuk memperbaiki para hambaNya.
“Jangan diperdebatkan perbedaan, Hilangkan keragu raguan . Niat Kita Allah yang mencatat. Jangan saling menyalahkan satu dengan yang lain. Kita Hargai Perbedaan, Kita amalkan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul. Mari kita lakukan ibadah di bulan Zulhijjah ini dengan baik dan barokah,” tutup Prof. Dr. Subhan Abdullah Achiem, MA
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....