Renungan Senja RRI Mataram Ajak Pendengar Maknai Rindu kepada Ayah

  • 04 Agt 2026 12:50 WIB
  •  Mataram

RRI.co.id, Mataram – Rasa rindu kepada ayah merupakan ungkapan hati yang tidak selalu dapat disampaikan melalui kata-kata. Sosok ayah yang dikenal jarang mengungkapkan kasih sayang dengan kalimat indah, justru menunjukkan cintanya melalui pengorbanan dan kerja keras demi keluarga.

Hal tersebut disampaikan TGH. Saiful Bahrain, Lc., M.A. dalam program Renungan Senja RRI Mataram, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, di antara berbagai bentuk kerinduan, rindu kepada ayah memiliki makna yang sangat mendalam karena ayah merupakan sosok yang kerap memendam lelah dan mengutamakan kebahagiaan keluarganya.

"Seorang ayah sering kali menyembunyikan rasa lelahnya. Saat anak-anak dapat makan dengan layak, bisa jadi ayahlah yang terlebih dahulu mengorbankan keinginannya agar kebutuhan keluarga terpenuhi," ungkapnya.

Ia menuturkan, kehadiran ayah sering kali baru benar-benar dirasakan ketika sosok tersebut telah tiada. Hal-hal sederhana yang dahulu dianggap biasa berubah menjadi kenangan yang sangat berharga. Kehilangan seorang ayah bukan hanya kehilangan figur keluarga, tetapi juga kehilangan salah satu pintu doa dan keberkahan dalam kehidupan.

Dalam tausiyahnya, TGH. Saiful juga mengingatkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 24:

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku pada waktu kecil.'"

Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat agar setiap anak senantiasa berbakti dan mendoakan kedua orang tuanya, baik ketika masih hidup maupun setelah wafat.

Apabila kerinduan kepada ayah datang setelah beliau berpulang, maka rasa rindu itu hendaknya diwujudkan melalui doa yang tulus, memohonkan ampunan kepada Allah SWT, melanjutkan amal-amal kebaikan yang pernah beliau lakukan, menyambung silaturahmi dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya, serta bersedekah atas nama beliau. Amal jariyah dan doa anak yang saleh menjadi salah satu bentuk bakti yang tidak akan terputus meskipun ayah telah tiada.

Di akhir Renungan Senja, TGH. Saiful mengajak masyarakat untuk tidak menunda mengungkapkan kasih sayang kepada kedua orang tua. Menurutnya, kesempatan untuk berbakti adalah nikmat yang tidak semua orang masih memilikinya.

"Selagi ayah masih ada, bahagiakanlah beliau. Dan jika beliau telah tiada, jangan pernah putus mendoakannya. Sebab doa anak yang saleh akan terus mengalir sebagai hadiah terindah bagi orang tua," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....