Pokjaluh Agama Islam NTB Latih Perempuan Urus Jenazah
- 06 Okt 2026 07:34 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Lembaga Perempuan Mandiri NTB menggelar pelatihan pemulasaran jenazah di Majelis Taklim Putri Balqis, Sabtu 3 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00 WITA tersebut diikuti sekitar 40 peserta dengan menghadirkan Hj. Rahmi Kusbandiah sebagai narasumber.
Pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat, khususnya perempuan, dalam melaksanakan pemulasaran jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Hj. Rahmi Kusbandiah menjelaskan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi masih terbatasnya tenaga yang memiliki kemampuan mengurus jenazah di sejumlah lingkungan masyarakat, terutama untuk jenazah perempuan.
Menurutnya, ketika ada warga yang meninggal dunia, masyarakat terkadang harus mendatangkan petugas dari lingkungan lain, bahkan dari luar kecamatan maupun kabupaten/kota.
“Kematian itu pasti. Yang tidak kita ketahui adalah kapan, di mana, dan siapa yang akan lebih dahulu meninggalkan kita. Karena itu, ilmu mengurus jenazah seharusnya dipelajari ketika kita masih sehat, bukan baru dicari ketika sudah ada yang meninggal,” ujar Hj. Rahmi.
Ia menjelaskan, mengurus jenazah merupakan fardu kifayah. Karena itu, setiap lingkungan idealnya memiliki beberapa orang yang memahami tata cara memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga membantu proses pemakaman jenazah.
Khusus jenazah perempuan, keterampilan tersebut dinilai penting karena terdapat ketentuan dan adab yang harus diperhatikan, termasuk dalam menjaga aurat serta kehormatan jenazah.
“Merawat jenazah adalah bentuk penghormatan terakhir kita kepada seorang manusia. Orang yang memandikan dan mengkafani harus memiliki ilmu, menjaga amanah, menjaga aurat dan kehormatan jenazah, serta melakukannya dengan penuh kasih sayang,” katanya.
Lebih dari sekadar keterampilan teknis, menurut Hj. Rahmi, pemulasaran jenazah juga menjadi bagian dari pendidikan sosial dan keagamaan. Kegiatan tersebut menanamkan nilai kepedulian, keikhlasan, tanggung jawab, serta kesiapan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui pelatihan ini, Pokjaluh Agama Islam NTB dan Lembaga Perempuan Mandiri NTB berharap dapat mendorong lahirnya kader-kader pemulasaran jenazah di berbagai lingkungan masyarakat.
“Harapannya, dari 40 peserta yang hadir akan lahir kader-kader pemulasaran jenazah yang siap membantu masyarakat. Kalau setiap lingkungan memiliki beberapa orang yang terampil, insyaallah ketika ada kematian masyarakat tidak lagi kebingungan mencari siapa yang akan mengurus jenazah,” harapnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemberdayaan perempuan dalam bidang sosial-keagamaan. Peserta diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga, kelompok pengajian, majelis taklim, maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.
Sinergi Pokjaluh Agama Islam NTB dan Lembaga Perempuan Mandiri NTB diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan serupa sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar dalam pemulasaran jenazah.
Belajar mengurus jenazah, bukan berarti menunggu kematian, tetapi mempersiapkan diri untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sesama yang telah lebih dahulu kembali kepada Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....