Dishub NTB Cari Solusi Cegah Gesekan Antar Sopir Angkutan
- 30 Sep 2026 20:47 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Persaingan antar pengemudi angkutan umum dan transportasi berbasis aplikasi menjelang perhelatan MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika menjadi sorotan dalam program Hallo RRI, Sarana Pengaduan Masyarakat, edisi Selasa, 29 September 2026)l. Dialog tersebut mengangkat berbagai keluhan masyarakat terkait kenyamanan dan keamanan layanan transportasi di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Lombok.
Masyarakat mengeluhkan adanya persaingan tidak sehat antar pengemudi yang kerap membuat penumpang merasa bingung dan tidak nyaman saat memilih moda transportasi. Bahkan di sejumlah lokasi, perselisihan antar sopir dilaporkan nyaris berujung pada perkelahian.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Khaerus Sobri, mengatakan pihaknya telah menerima berbagai laporan terkait ketidaknyamanan penggunaan angkutan umum, khususnya menjelang penyelenggaraan MotoGP 2026 di Mandalika.
Menurut Sobri, gesekan antar pengemudi angkutan saat ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan kerawanan dan mengganggu citra pariwisata NTB di mata wisatawan.
"Ini menjadi tantangan yang harus sama-sama kita selesaikan, karena tidak bisa Dishub menyelesaikannya sendiri. Perlu keterlibatan semua pihak," ujar Sobri.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang diterima Dishub NTB, telah terjadi sedikitnya tiga insiden yang melibatkan perusahaan taksi dan transportasi berbasis aplikasi di kawasan Pelabuhan Bangsal maupun Terminal Mandalika. Namun permasalahan tersebut telah direspons melalui pendekatan regulasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Sobri menjelaskan, regulasi angkutan orang pada dasarnya terbagi menjadi dua kategori, yakni angkutan dalam trayek dan angkutan luar trayek. Untuk angkutan luar trayek, terdapat beberapa jenis perizinan, di antaranya angkutan sewa khusus berbasis aplikasi, angkutan sewa umum non-aplikasi, angkutan antar jemput, serta angkutan pariwisata.
Menurutnya, taksi maupun transportasi online yang telah mengantongi izin memiliki hak untuk memberikan layanan dari pintu ke pintu tanpa batasan wilayah tertentu. Namun di sisi lain, transportasi lokal juga merasa memiliki kepentingan ekonomi dan peran dalam menjaga kawasan tempat mereka beroperasi.
"Transportasi lokal ingin bekerja di wilayah tersebut karena mereka selama ini menjadi bagian yang menjaga kawasan. Di sisi lain, transportasi yang memiliki izin juga mempunyai hak yang sama. Karena itu harus ada titik temu yang baik dan terukur," katanya.
| Baca juga: Paralegal Lombok Utara Ikuti Coaching Clinic |
Untuk mencari solusi yang objektif, Dishub NTB saat ini menggandeng perguruan tinggi melakukan kajian mengenai tata kelola transportasi di sejumlah kawasan wisata. Kajian tersebut bertujuan memastikan hak usaha transportasi berizin tetap terlindungi, sekaligus memberikan ruang bagi transportasi lokal untuk terlibat dalam pengelolaan layanan transportasi.
"Apa yang kami kaji adalah bagaimana izin usaha tidak terganggu dan di sisi lain transportasi lokal juga bisa dilibatkan dalam tata kelola transportasi," jelas Sobri.
Selain itu, Dishub NTB juga tengah melakukan forum diskusi kelompok (FGD) dengan berbagai pihak terkait untuk merumuskan model pengelolaan transportasi yang dapat diterima bersama. Salah satu opsi yang dikaji adalah legalisasi transportasi lokal melalui mekanisme perizinan yang sesuai aturan.
Sobri mencontohkan pola pengelolaan transportasi di daerah lain, seperti Bali, di mana transportasi lokal dan transportasi berizin dapat berjalan berdampingan melalui pembagian wilayah layanan yang jelas. Dalam skema tersebut, transportasi lokal dapat menjemput penumpang di wilayahnya dan mengantar ke luar kawasan, sementara kendaraan dari luar kawasan hanya diperbolehkan mengantar penumpang tanpa mengambil penumpang baru di wilayah tersebut.
"Setiap transportasi memiliki tantangan, tetapi selalu ada solusi. Yang terpenting adalah adanya kesepahaman bersama untuk menata transportasi sehingga tidak terjadi gesekan antar pengemudi dan masyarakat bisa mendapatkan layanan yang aman dan nyaman," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....