Hari Kartini 2026, Perempuan NTB Didorong Tetap Optimistis Hadapi Tantangan Zaman

  • 21 Apr 2026 09:26 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Tokoh perempuan Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengajak kaum perempuan untuk terus menjaga optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan sosial saat ini. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada program halo RRI di RRI Mataram, edisi spesial peringatan Hari Kartini, Selasa 21 April 2026.

Mantan Wakil Gubernur NTB periode 2018–2023 itu menegaskan bahwa semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” harus dimaknai sebagai dorongan untuk melihat peluang di tengah kesulitan. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keluarga sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Optimisme harus kita jaga. Dengan optimisme, kita tidak hanya melihat sisi gelap, tetapi juga peluang untuk terus berkiprah dan berkontribusi,” ujarnya.

Ia menilai, kiprah perempuan NTB saat ini semakin menunjukkan kualitas yang membanggakan di berbagai bidang. Namun demikian, semangat tersebut harus terus dipupuk melalui peningkatan pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi.

“Pendidikan dan kesehatan adalah fondasi penting dalam membangun bangsa. Perempuan harus terlibat aktif dalam memperkuat kedua sektor ini,” katanya.

Dalam konteks kebijakan publik, Rohmi menekankan pentingnya peran perempuan dalam mengawal program pembangunan, terutama yang menyasar kelompok rentan. Salah satu instrumen yang dinilai efektif adalah penguatan peran posyandu sebagai basis pemberdayaan masyarakat di tingkat dusun.

“Posyandu menjadi ruang strategis bagi perempuan untuk berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait fluktuasi harga pangan dan kelangkaan energi seperti gas, Rohmi mengimbau masyarakat, khususnya perempuan, untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia menilai, sikap bijak dalam konsumsi sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan.

“Jangan panik membeli. Kita harus menjaga keseimbangan permintaan agar distribusi tetap stabil,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga mendorong perempuan, terutama generasi muda, untuk memanfaatkan peluang di era digital. Menurutnya, penguasaan teknologi, kewirausahaan, dan bahasa asing menjadi kunci dalam menghadapi persaingan kerja.

“Sekarang bukan lagi soal desa atau kota. Dengan digitalisasi, semua punya peluang yang sama. Perempuan harus adaptif, inovatif, dan terus belajar,” ujar Rohmi.

Rohmi juga mengajak seluruh perempuan NTB untuk menjadi “pelita” bagi lingkungan sekitarnya. “Mari kita menjadi penerang, menjadi solusi bagi keluarga dan masyarakat. Itulah esensi perjuangan Kartini yang harus terus kita hidupkan,” kata Rohmi menutup pernyataannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....