Karya Bhakti di Pasar Tanjung Menjaga Nadi Ekonomi
- 19 Sep 2026 15:09 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Pagi itu, Pasar Tanjung di Kabupaten Lombok Utara tidak hanya dipenuhi aktivitas jual beli. Di sela-sela kesibukan pedagang menata dagangan dan warga berburu kebutuhan harian, terlihat pemandangan berbeda. Sejumlah personel TNI, aparat kepolisian, kader daerah, hingga masyarakat bahu-membahu membersihkan lingkungan pasar yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi warga.
Sabtu, 19 September 2026, kawasan pasar tampak lebih hidup dengan semangat gotong royong. Anggota Koramil 1606-02/Tanjung bersama Bhabinkamtibmas Sokong, kader Kabupaten Lombok Utara, serta unsur masyarakat turun langsung memungut sampah, membersihkan sudut-sudut pasar, dan merapikan area yang selama ini membutuhkan perhatian.
Bagi masyarakat Tanjung, pasar bukan sekadar tempat transaksi. Di lokasi inilah denyut ekonomi rakyat berputar setiap hari. Dari hasil penjualan sayur, ikan, rempah-rempah, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya, banyak keluarga menggantungkan penghidupan mereka.
Kegiatan Karya Bhakti itu juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Anggota DPRD Provinsi NTB Sudirsah dan Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara Artadi turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Komandan Koramil 1606-02/Tanjung, Kapten Inf Djendra, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan pasar sebagai ruang publik yang setiap hari menjadi tempat bertemunya banyak orang.
“Pasar menjadi salah satu ruang publik yang setiap hari dipenuhi aktivitas masyarakat. Pedagang menggantungkan penghasilan dari transaksi yang berlangsung, sementara warga datang untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, kebersihan pasar tidak hanya berkaitan dengan keindahan lingkungan, tetapi juga kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas. Pasar yang bersih dan tertata akan memberikan suasana yang lebih sehat bagi pedagang maupun pengunjung.
Dengan peralatan sederhana, para peserta karya bhakti menyisir berbagai sudut pasar. Sampah-sampah yang menumpuk dikumpulkan, rumput liar dibersihkan, dan area yang terlihat semrawut dirapikan bersama-sama. Tidak ada sekat antara aparat dan warga. Semua bekerja dengan tujuan yang sama, menjadikan Pasar Tanjung lebih nyaman untuk digunakan.
Seorang warga yang ikut dalam kegiatan itu menilai bahwa aksi sederhana tersebut membawa pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan.
| Baca juga: Harga Plastik Naik, Ini Penyebab Utamanya |
“Pasar bukan hanya tempat bertemunya penjual dan pembeli. Di tempat inilah roda ekonomi masyarakat bergerak setiap hari,” ungkapnya.
Meski berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, karya bhakti tersebut meninggalkan makna yang lebih besar dari sekadar membersihkan sampah. Kegiatan itu menjadi pengingat bahwa lingkungan yang bersih lahir dari kesadaran dan partisipasi bersama.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, semangat gotong royong yang ditunjukkan di Pasar Tanjung menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Dari sapu yang diayunkan, sampah yang dipungut, hingga kebersamaan yang terjalin, tersimpan harapan agar pasar tetap menjadi ruang yang sehat, nyaman, dan menjadi kebanggaan warga Lombok Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....