ITDC Perkuat Identitas Mandalika lewat Pertunjukan Legenda Putri Mandalika

  • 24 Agt 2026 06:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC terus memperkuat The Mandalika sebagai destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan event, tetapi juga menawarkan pengalaman budaya dan kehidupan masyarakat lokal.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Mandalika Art & Culture Performance (MACP) yang kembali digelar di Bazaar Mandalika, Sabtu 22 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, pengunjung disuguhi Drama Tari Legenda Putri Mandalika yang dibawakan Sanggar SakSak Dance melalui perpaduan drama, tari, dan musik.

Program ini merupakan kolaborasi ITDC dengan Taman Budaya Provinsi NTB serta masyarakat sekitar kawasan. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan cerita dan kekayaan budaya Lombok kepada wisatawan yang datang ke Mandalika.

Plt Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengatakan, The Mandalika ke depan tidak hanya diarahkan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai event besar, tetapi juga sebagai destinasi yang memiliki karakter dan pengalaman khas.

“Kami ingin The Mandalika tumbuh bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya event, tetapi sebagai destinasi yang memiliki cerita, karakter, dan pengalaman yang kuat. Budaya Lombok adalah bagian penting dari DNA The Mandalika,” ujar Ahmad Fajar.

Menurut dia, event nasional dan internasional tetap menjadi salah satu penggerak kunjungan wisatawan. Namun, kekuatan destinasi juga harus didukung atraksi budaya, alam, lifestyle, sport, kuliner, hospitality, serta keterlibatan masyarakat lokal.

“Event menjadi salah satu penggerak kunjungan dan national branding. Tetapi kekuatan sebuah destinasi tidak berhenti pada event,” katanya.

MACP sendiri pertama kali digelar pada 31 Januari 2026. Program tersebut terus dikembangkan sebagai ruang bagi seniman, pelaku kreatif, dan masyarakat lokal untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata di The Mandalika.

Kepala Taman Budaya Provinsi NTB Lalu Suryadi Mulawarman mengatakan, pementasan Legenda Putri Mandalika menjadi salah satu upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan pariwisata.

“Legenda Putri Mandalika merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Lombok yang telah diwariskan lintas generasi,” ujarnya.

Pementasan kali ini juga semakin semarak dengan kehadiran The Dudas Minus One yang terdiri dari Raffi Ahmad, Nazril Irham atau Ariel, Gading Marten, dan Deddy Mahendra Desta.

Kehadiran mereka turut memberikan perhatian terhadap sisi lain The Mandalika, khususnya kekayaan budaya dan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan destinasi.

ITDC menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan. Pengembangan kawasan diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku seni, UMKM, dan ekonomi kreatif untuk berkembang.

“Ke depan, kami ingin The Mandalika semakin hidup sepanjang tahun. Event berskala internasional akan tetap menjadi penggerak kunjungan dan national branding, namun pengalaman budaya, alam, lifestyle, sport, kuliner, serta keterlibatan masyarakat akan menjadi kekuatan yang membuat Mandalika memiliki karakter,” kata Ahmad Fajar.

Penguatan atraksi budaya ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju berbagai agenda besar di The Mandalika, termasuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

ITDC berharap gelaran MotoGP tidak hanya menjadi ajang balap internasional, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kekayaan budaya, alam, dan masyarakat Lombok kepada wisatawan dari Indonesia maupun mancanegara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....