ITDC Dorong UMKM Desa Penyangga Mandalika Naik Kelas

  • 12 Jun 2026 16:08 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pengembangan kawasan The Mandalika tidak hanya menghadirkan dampak bagi sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di desa-desa penyangga. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini mulai terlibat dalam rantai pasok pariwisata, mulai dari pemasok produk pertanian hingga kebutuhan pelaku usaha kuliner di kawasan.

Untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Pullman Lombok Mandalika Beach Resort menggelar Workshop Pemasaran Digital bagi UMKM Desa Penyangga di Dusun Bungawan Daya, Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Sebanyak 28 pelaku UMKM dari Desa Kuta dan Desa Prabu mengikuti pelatihan yang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC tersebut. Peserta berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari produk olahan pangan, produk turunan kelapa hingga pertanian hidroponik.

General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, mengatakan pengembangan destinasi wisata harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Karena itu, pemberdayaan UMKM menjadi bagian penting agar masyarakat lokal dapat tumbuh bersama perkembangan kawasan.

"Kami ingin semakin banyak UMKM lokal menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata The Mandalika. Melalui pelatihan ini, kami berharap pelaku usaha dapat memperkuat kualitas produk, meningkatkan kemampuan pemasaran digital, serta memperluas akses kemitraan dengan tenant, hotel, restoran, dan pelaku usaha pariwisata lainnya," ungkap Pari Wijaya Jumat 12 Juni 2026.

Menurutnya, keterlibatan UMKM lokal dalam ekosistem pariwisata terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu contohnya adalah Kelompok Tani Hydroku yang saat ini telah memasok hasil pertanian hidroponik kepada sejumlah tenant dan pelaku usaha kuliner di kawasan The Mandalika.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kawasan tidak hanya menghadirkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan ekonomi baru bagi masyarakat melalui kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan," ujarnya.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran digital, penguatan branding, pengembangan kemasan produk, hingga praktik pembuatan konten promosi yang efektif untuk meningkatkan daya saing usaha.

Ketua Pokdarwis Monkey Cave Desa Prabu, Zaki Yurahman, mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru yang sangat dibutuhkan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

"Selama ini kami lebih banyak fokus pada produksi dan penjualan langsung. Melalui workshop ini kami belajar membangun branding, membuat konten promosi yang menarik, serta memahami kebutuhan pasar yang terus berkembang. Pengetahuan seperti ini sangat penting agar produk kami bisa menjangkau pasar yang lebih luas," ujarnya.

Selain pelatihan, ITDC juga menyerahkan bantuan berupa 10 unit tempat sampah kepada Pokdarwis Monkey Cave Desa Prabu sebagai dukungan terhadap pengelolaan kebersihan dan peningkatan kualitas destinasi wisata berbasis masyarakat tersebut.

Melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan, ITDC berharap semakin banyak UMKM desa penyangga yang mampu naik kelas dan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata The Mandalika. Dengan demikian, manfaat pertumbuhan kawasan dapat dirasakan secara lebih luas, inklusif, dan berkelanjutan oleh masyarakat sekitar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....