Pelajar Lombok Tengah, Diajak Lawan Dampak Negatif Dunia Digital

  • 08 Mei 2026 16:10 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Arus digital yang semakin masif mendorong pemerintah memperkuat edukasi perlindungan anak di ruang maya. Melalui Forum Sahabat Tunas: Sehat, Cerdas, Terlindungi, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) turun langsung menyasar pelajar di Lombok Tengah untuk membangun budaya bermedia digital yang sehat dan aman.

Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media itu berlangsung di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu serta Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Atfal Rebila, Tanak Awu.

Forum tersebut menjadi ruang edukasi bagi para pelajar agar lebih bijak menggunakan media sosial, memahami risiko dunia digital, hingga memperkuat karakter positif di tengah derasnya arus informasi.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya, mengatakan generasi muda saat ini harus memiliki kemampuan digital yang dibarengi dengan kesadaran moral dan tanggung jawab sosial.

Menurutnya, perlindungan anak di era digital tidak cukup hanya dengan pengawasan, tetapi juga membutuhkan penguatan literasi dan pembentukan karakter sejak dini.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menjaga diri, berpikir kritis, dan menerapkan nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat berkunjung ke Ponpes Bagu beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata kelola ruang digital ramah anak. Regulasi tersebut mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat bagi generasi muda.

Forum Sahabat Tunas turut menghadirkan sejumlah narasumber dengan pendekatan berbeda. Danang Sriwijayanto memberikan edukasi melalui metode dongeng, akademisi Whinda Yistisia membahas tantangan dunia digital dari sisi pendidikan, sementara Syakir Daulay mengajak pelajar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Kami menyambut positif kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi pusat dan daerah dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, adaptif, dan terlindungi di tengah perkembangan teknologi digital yang terus bergerak cepat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....