Kebakaran Kandang Ayam di Suralaga, Kerugian Ditaksir 600 Juta

  • 03 Mei 2026 18:29 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Kebakaran hebat melanda kandang ayam pedaging di Dusun Gerung Timur, Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Minggu, 3 Mei 2016. Peristiwa tersebut terjadi saat kandang sedang digunakan untuk pemeliharaan DOC (Day Old Chick) dalam masa pemanasan.

Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Lalu Rusmaladi, mengatakan kebakaran diduga dipicu oleh percikan bara api dari arang yang digunakan sebagai sumber pemanas. “Kebakaran kandang ayam pada fase DOC memang memiliki risiko tinggi, terlebih jika menggunakan sistem pemanasan tradisional berbahan arang. Diduga percikan bara terbawa hembusan blower hingga menyambar material kandang yang mudah terbakar,” ucapnya.

Kandang tersebut diketahui milik Ahmad Subinato yang disewakan kepada Makbul sebagai pemilik ayam. Saat kejadian, terdapat sekitar 9.500 ekor DOC berumur tujuh hari di dalam kandang yang seluruhnya tidak dapat diselamatkan.

Dari keterangan para saksi proses pemanasan ayam dilakukan menggunakan lima tungku arang. Arang sebelumnya dibakar di luar kandang, kemudian dimasukkan ke dalam tungku untuk menjaga suhu tetap hangat.

Pada dini hari, saksi sempat melakukan pengecekan kondisi suhu kandang sebelum akhirnya beristirahat. Namun, tidak berselang lama api tiba-tiba muncul dan dengan cepat membesar dari bagian pojok kanan selatan kandang.

“Saat kami sadar, api sudah besar dan langsung membakar seluruh bagian kandang,” ujar salah satu saksi.

Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api secara manual, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena material kandang yang terdiri dari kayu, bambu, terpal, dan sekam mudah terbakar. Laporan kemudian dilanjutkan pemadam kebakaran dan tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi memadamkan api.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp600 juta. Aparat mengimbau masyarakat, khususnya peternak, untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan metode pemanasan tradisional guna mencegah kejadian serupa terulang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....