Bocah 9 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Sakra Timur
- 28 Apr 2026 17:59 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Seorang bocah berusia 9 tahun ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di Pengempal Gomboh, Dusun Gubuk Tengak, Desa Surabaya, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Korban diketahui bernama Dhalfin Guntur Sinar Akbar alias Guntur, seorang pelajar yang berasal dari Dusun Gubuk Lauk, Desa Surabaya.
Peristiwa tragis ini terjadi saat korban mandi bersama sejumlah temannya di lokasi waduk tersebut. Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, menjelaskan bahwa korban awalnya mandi bersama enam rekannya enjelang waktu magrib, teman-temannya lebih dulu pulang untuk persiapan mengaji, sementara korban memilih tetap berada di lokasi.
“Korban sempat diajak pulang oleh teman-temannya, namun meminta mereka untuk pulang terlebih dahulu,” ujarnya Selasa, 28 April 2026.
Sementara, korban tak kunjung kembali ke rumah sehingga keluarga mulai melakukan pencarian. Informasi kehilangan korban juga sempat diumumkan melalui masjid setempat, yang kemudian mendorong warga ikut melakukan pencarian di sekitar waduk.
Upaya pencarian membuahkan hasil saat seorang warga bernama Anggara Pratama menemukan tubuh korban di dalam waduk dengan kedalaman sekitar tiga meter.
“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan posisi kaki tertanam di lumpur dasar waduk,” ucapnya.
Korban kemudian dievakuasi oleh warga bersama saksi lainnya dan langsung dibawa ke rumah duka. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan diperkirakan korban telah meninggal sekitar satu jam sebelum ditemukan.
Pihak kepolisian dari Polsek Sakra Timur yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan situasi, serta meminta keterangan dari para saksi. Dari keterangan keluarga, korban diketahui tidak bisa berenang dan tidak memiliki riwayat penyakit.
Keluarga juga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi.
“Keluarga korban telah mengikhlaskan kejadian ini dan tidak mengajukan permintaan visum maupun autopsi,” tambahnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya guna menjaga situasi tetap kondusif, khususnya di lingkungan keluarga korban. Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan koordinasi dan monitoring guna memastikan situasi tetap aman pasca kejadian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....