Serapan Gabah Petani di Lombok Tengah Terus Dikebut

  • 25 Mar 2026 20:48 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Upaya percepatan serapan gabah petani menjadi fokus utama jajaran Babinsa Kodim 1620/Lombok Tengah pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Bersama Perum Bulog Lombok Tengah, langkah ini dilakukan untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal sekaligus menjaga stabilitas stok pangan nasional.

Kegiatan serapan gabah dilakukan di berbagai sentra pertanian di Lombok Tengah, seiring momentum panen raya yang tengah berlangsung. Babinsa turun langsung ke lapangan, mulai dari area persawahan hingga tempat penggilingan, guna mengawal proses penyerapan gabah agar berjalan maksimal.

Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah, Karimmuddin Rangkuti, menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa merupakan bentuk dukungan nyata TNI AD terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kami mendorong petani agar menjual gabahnya ke Bulog dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sehingga petani mendapatkan nilai yang layak dan terhindar dari permainan harga oleh spekulan,” ujarnya, Rabu 25 Maret 2026.

Ia menjelaskan, percepatan serapan gabah ini menjadi langkah strategis, terutama usai Lebaran, untuk menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah di tengah tingginya produksi saat panen raya.

Kolaborasi antara Babinsa dan Bulog juga dinilai efektif dalam mempercepat sosialisasi kepada petani terkait standar mutu gabah dan mekanisme pembelian pemerintah. Kedekatan Babinsa dengan masyarakat desa menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan petani.

Sejauh ini, progres serapan gabah di Lombok Tengah menunjukkan tren positif. Selain menjaga stabilitas harga di tingkat petani, langkah ini juga memperlancar distribusi gabah dari lahan menuju gudang Bulog.

Tak hanya itu, kualitas gabah juga menjadi perhatian utama, terutama terkait kadar air dan standar nasional lainnya, guna menghasilkan beras yang berkualitas tinggi.

“Langkah jemput bola ini kami harapkan mampu mencapai target serapan gabah secara bertahap dan berkelanjutan selama musim panen 2026,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....