Satu Ton Cabai dari Sulsel Didatangkan ke Lombok Tengah untuk Tekan Harga
- 02 Mar 2026 13:41 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Pemerintah mendatangkan sebanyak 1 ton cabai rawit ke Lombok Tengah dari Sulawesi Selatan sebagai langkah cepat menekan lonjakan harga di pasaran. Tambahan pasokan ini diharapkan mampu meredam gejolak harga cabai yang dalam beberapa pekan terakhir terus merangkak naik, terlebih saat Ramadan.
Direktur Keanekaragaman Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rinna Syawal, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.
“Ini salah satu bukti intervensi pemerintah. Bapanas mendatangkan pasokan dari sentra produksi yang harganya masih lebih rendah dibandingkan di Lombok Tengah. Biaya transportasi sepenuhnya difasilitasi melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan,” jelas Rinna Senin 2 Maret 2026.
Dengan dukungan pembiayaan distribusi tersebut, harga cabai rawit di tingkat pedagang ditetapkan berkisar antara Rp68 ribu hingga Rp73 ribu per kilogram. Selama proses penjualan, distribusi dan harga akan diawasi langsung oleh Bapanas bersama dinas terkait di Loteng untuk memastikan tidak ada permainan harga di lapangan.
“Penjualan akan tetap dalam pengawasan bersama dinas terkait agar tidak terjadi penimbunan atau permainan harga. Cabai yang datang harus dijual sesuai harga yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Rinna juga memastikan langkah ini tidak akan merugikan petani lokal. Pasokan dari luar daerah dilakukan karena produksi cabai di Lombok Tengah saat ini sedang rendah akibat faktor cuaca, sehingga diperlukan tambahan stok untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Ini tidak akan berdampak pada petani, karena kondisi produksi lokal memang sedang terbatas. Tujuannya semata-mata untuk menjaga stabilitas harga,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah menyampaikan apresiasi atas dukungan Bapanas dalam membantu menekan harga cabai di daerahnya. Ia mengakui pemerintah daerah sebelumnya telah berupaya mencari solusi dari berbagai sisi, termasuk memantau langsung proses budidaya di tingkat petani.
“Dengan kondisi harga saat ini, kami di pemda sudah berusaha ke mana-mana, termasuk melihat langsung proses budidaya di tingkat petani. Namun memang ada faktor iklim yang memengaruhi sehingga harga menjadi tinggi. Apalagi saat ini kebutuhan meningkat karena Ramadan,” ujarnya.
Cabai yang didatangkan tersebut rencananya akan didistribusikan kepada pedagang di Pasar Renteng, Jelojok, Batukliang (Barabali), dan Sengkol. Pemerintah berharap distribusi ini bisa langsung berdampak pada penurunan harga di tingkat konsumen.
Menurut Nursiah, jumlah 1 ton sebenarnya masih belum mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat. Namun ia optimistis tambahan pasokan ini dapat mengurangi beban warga dan menstabilkan harga di pasaran.
“Ini mungkin belum sepenuhnya mencukupi, tetapi kami berharap bisa mengurangi beban masyarakat. Ke depan, kami juga akan menyiapkan langkah jangka panjang agar persoalan seperti ini tidak terus berulang setiap tahun,” ujarnya.
Pihaknya tidak menutup kemungkinan akan kembali mendatangkan pasokan tambahan apabila harga di pasar belum menunjukkan stabilitas. Langkah ini diambil untuk memastikan harga cabai tetap terkendali tanpa mengganggu keberlangsungan petani lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....