Banjir Kepung Kawasan Mandalika, Warga Mengungsi

  • 24 Feb 2026 18:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 11.45 Wita, menyebabkan banjir di sejumlah titik serta pohon tumbang di kawasan wisata Kuta Mandalika.

Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang mengakibatkan meningkatnya debit air dari perbukitan dan meluapnya saluran drainase yang tidak mampu menampung volume air. Akibatnya, genangan air merendam ruas jalan, gang permukiman warga, hingga kawasan homestay dan hotel.

Di Dusun Kuta I, pohon tumbang terjadi di depan Starbucks Kuta Mandalika. Selain itu, luapan air setinggi kurang lebih 60 sentimeter merendam Jalan Gang Jivana Resort. Genangan juga terpantau di depan JM Hotel Kuta Lombok setinggi sekitar 20 sentimeter dan di gang samping hotel mencapai 50 sentimeter.

Di Dusun Baturiti, air menggenangi Jalan Gang Sriwulan setinggi sekitar 60 sentimeter, Gang Yulis Homestay 20 sentimeter, serta Gang Sawe mencapai 50 sentimeter. Sementara di Dusun Mengalung, luapan air menyebabkan robohnya dinding salah satu rumah warga serta merendam beberapa unit kendaraan milik warga setempat. Genangan setinggi 30 sentimeter juga terjadi di Gang Bochan Hostel.

Kondisi serupa terjadi di Dusun Merendeng dengan genangan mencapai 60 sentimeter di sejumlah permukiman. Di Dusun Rangkap I, banjir bercampur lumpur setinggi 60 sentimeter merendam Jalan By Pass Pariwisata Kuta–Awang tepatnya di depan Dewi Homestay, serta 50 sentimeter di Kampung Homestay. Sementara di Dusun Sekar Kuning, luapan air bercampur lumpur juga terpantau di Jalan Raya By Pass Kuta di depan RM Padang.

Akibat peristiwa ini, sejumlah bangunan warga mengalami kerusakan, kendaraan terendam, serta arus lalu lintas di beberapa titik sempat terganggu. Meski demikian, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka-luka. Hanya saja tak sedikit dari warga mengungsi mewaspadai potensi bnjir susulan.

Kapolsek Kawasan Mandalika, IPTU Kadek Angga Nambara, S.H, menjelaskan bahwa wilayah Desa Kuta memang menjadi salah satu kawasan yang rutin terdampak genangan saat hujan dengan intensitas tinggi, terutama akibat peningkatan debit air dan sistem drainase yang belum mampu menampung volume air secara maksimal.

“Hujan deras dan angin kencang memicu peningkatan debit air dari perbukitan serta menyebabkan saluran drainase meluap. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan,” ujarnya Selasa 24 Februari 2026.

Hingga sore hari, kondisi air di sebagian besar titik terdampak dilaporkan mulai berangsur surut dan arus lalu lintas kembali normal. Aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan hujan lanjutan dan potensi banjir susulan di kawasan wisata tersebut.

Tak hanya di kawasan Mandalika, banjir juga meluas ke wilayah lain di Lombok Tengah. Di Desa Setanggor, ketinggian air dilaporkan mencapai leher orang dewasa, memaksa warga mengamankan barang-barang berharga ke tempat lebih tinggi. Di Desa Tanak Rarang, Kecamatan Praya Barat, genangan juga merendam permukiman warga. Sejumlah Dusun di Desa Kidang, Mujur Praya Timur dan wilayah di Kelurahan Renteng, Kecamatan Praya, turut terdampak.

Bahkan area Bandara Internasional Lombok sempat tergenang akibat tingginya curah hujan. Namun, kondisi air dilaporkan telah berangsur surut dan aktivitas kembali berjalan normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....