MBG di SDN 1 Taman Sari Jadi Praktik Baik, Bentuk Karakter dan Dukung Gizi Siswa
- 10 Agt 2026 14:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, menjadi contoh praktik baik pelaksanaan program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Selain mendukung pemenuhan gizi peserta didik, program ini juga dinilai efektif dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan kebiasaan hidup sehat siswa.
Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Beranda Astacita bertema “Menilik Praktik Baik Pelaksanaan MBG di SDN 1 Taman Sari” yang Sabtu 8 Agustus 2026 pukul 09.00–10.00 Wita di Pro1 RRI Mataram. Dialog menghadirkan Ketua Tim Penerima Manfaat MBG SDN 1 Taman Sari, Puji Rahayu, S.Pd., dan Plt. Kepala SDN 1 Taman Sari, Ismi Muzakir, S.Pd.
Plt. Kepala SDN 1 Taman Sari, Ismi Muzakir, mengatakan program MBG telah berjalan selama 10 bulan sejak Oktober 2025 dan memberikan dampak positif bagi sekolah maupun peserta didik.
“Kami sangat bersyukur dengan hadirnya program MBG. Sebagian besar siswa kami sangat membutuhkan program ini. Selain mendukung pemenuhan gizi, MBG juga membantu membentuk karakter dan kedisiplinan siswa,” ujarnya.
Menurut Ismi, pada awal pelaksanaan, sekolah sempat menghadapi tantangan karena jumlah siswa SDN 1 Taman Sari termasuk yang terbanyak di Kecamatan Gunungsari. Saat itu distribusi makanan masih berasal dari Dapur MBG Dopang. Namun berbagai kendala dapat diatasi melalui koordinasi yang baik antara pihak sekolah dan pengelola dapur.
Ia menjelaskan, sebelum makanan dibagikan kepada siswa, para guru terlebih dahulu mencicipi menu yang disediakan untuk memastikan kelayakan dan kualitas makanan.
“Guru menjadi pihak pertama yang mencicipi makanan untuk memastikan makanan layak dikonsumsi siswa. Selama ini masukan yang diberikan guru lebih bersifat positif dan membangun, terutama terkait variasi menu,” jelasnya.
Masukan dari guru maupun siswa kemudian disampaikan kepada pengelola dapur MBG sebagai bahan evaluasi. Hasilnya, pelayanan MBG terus mengalami perbaikan, baik dari sisi variasi menu maupun kandungan gizi.
“Anak-anak kadang memiliki selera yang berbeda. Ada yang kurang menyukai menu tertentu seperti sayuran atau jenis makanan tertentu. Masukan ini kami sampaikan kepada pengelola dapur agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan menu berikutnya,” katanya.
Saat ini layanan MBG di SDN 1 Taman Sari disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medas Gunungsari sebagai bagian dari pemerataan penerima manfaat di wilayah tersebut.
Sementara itu, Ketua Tim Penerima Manfaat MBG SDN 1 Taman Sari, Puji Rahayu, menjelaskan bahwa timnya bertugas menerima dan memeriksa makanan yang datang setiap pagi sebelum dibagikan kepada siswa dan guru.
“Ketika paket MBG tiba, kami melakukan pengecekan jumlah, kondisi makanan, dan kelayakannya untuk dikonsumsi. Setelah dinyatakan layak, makanan diatur kembali sesuai jumlah penerima di masing-masing kelas sehingga proses pembagian berjalan tertib,” ujarnya.
Paket MBG biasanya tiba sekitar pukul 08.00 Wita. Setelah diterima, makanan tidak langsung dibagikan, tetapi ditata terlebih dahulu sesuai kebutuhan setiap kelas. Pembagian dilakukan saat waktu istirahat sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar.
Puji menambahkan, sejak pertama kali disalurkan, program MBG mendapat sambutan antusias dari para siswa. Bahkan, setiap kali kendaraan pengantar makanan tiba di sekolah, para siswa tampak bersemangat menunggu pembagian makanan.
“Anak-anak sangat senang. Kehadiran MBG memberi mereka harapan untuk mendapatkan makanan bergizi saat jam istirahat. Ini menjadi salah satu manfaat besar yang dirasakan langsung oleh siswa,” katanya.
Hingga kini, pelaksanaan MBG di SDN 1 Taman Sari berjalan lancar tanpa kendala berarti. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi yang baik antara pihak sekolah, tim penerima manfaat, serta pengelola dapur MBG.
Program MBG pun tidak hanya menjadi sarana pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat, disiplin, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....