Bupati Loteng: Penghentian Sementara MBG Hanya Menunggu Evaluasi Pusat
- 29 Jun 2026 20:04 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah turut menghentikan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada peserta didik di Kabupaten Lombok Tengah. Pemerintah daerah berharap penghentian tersebut hanya bersifat sementara dan program dapat kembali berjalan setelah evaluasi dari pemerintah pusat selesai.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengatakan masyarakat, termasuk para siswa, menantikan kembali berjalannya program tersebut. Menurutnya, banyak anak yang mempertanyakan kapan MBG kembali diberikan karena selama ini mereka telah merasakan manfaatnya.
"Anak-anak sekolah juga menunggu. Banyak yang bertanya kapan program ini berjalan lagi. Tentu kita menunggu hasil evaluasi dari pemerintah pusat," kata Pathul, Senin 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan, penghentian sementara bukan disebabkan oleh kebijakan pemerintah daerah, melainkan karena adanya masa libur sekolah dan proses evaluasi yang dilakukan pemerintah pusat terhadap pelaksanaan program secara nasional.
"Tidak ada pemerintah yang ingin menyengsarakan rakyatnya. Tujuannya pasti baik. Kalau ada persoalan di tingkat nasional, tentu kita harus mengikuti kebijakan yang ditetapkan pusat. Mudah-mudahan cepat selesai sehingga program ini bisa kembali berjalan dengan baik," ujarnya.
Pathul menilai Program MBG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi bagi siswa, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha kecil, pedagang pasar, hingga petani.
"Kalau secara ekonomi jelas manfaatnya. Pergerakan ekonomi masyarakat bawah ikut hidup. Pedagang, pemasok bahan pangan, hingga petani semuanya ikut bergerak," katanya.
Menurutnya, keberadaan SPPG turut menciptakan permintaan terhadap hasil pertanian lokal. Ia mencontohkan komoditas cabai yang saat ini mengalami penurunan harga berpotensi kembali stabil ketika operasional SPPG kembali normal.
"Sekarang harga cabai turun. Kami yakin ketika SPPG kembali berjalan secara penuh, ekonomi masyarakat akan semakin baik dan hasil pertanian juga lebih terserap," jelasnya.
Meski demikian, Pathul meminta seluruh pengelola SPPG melakukan evaluasi menyeluruh sebelum kembali beroperasi. Evaluasi diperlukan untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga dan tidak terjadi persoalan yang dapat merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat.
"SPPG harus mengevaluasi seluruh personel yang ada. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat yang menerima manfaat dari program ini," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, sebelumnya memastikan penghentian operasional SPPG hanya berlangsung selama masa libur sekolah. Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis akan kembali dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar dimulai kembali dan seluruh hasil evaluasi dari pemerintah pusat ditindaklanjuti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....