MBG Libur, Harga Bahan Pokok di NTB Mulai Turun

  • 25 Jun 2026 07:15 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah mulai memberi dampak pada pergerakan harga sejumlah bahan pokok di Nusa Tenggara Barat
  • Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama ini menjadi salah satu pembeli dengan kebutuhan bahan baku cukup besar

RRI.CO.ID, Mataram - Penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah mulai memberi dampak pada pergerakan harga sejumlah bahan pokok di Nusa Tenggara Barat. Pemerintah Provinsi NTB menduga turunnya permintaan dari dapur penyedia MBG menjadi salah satu faktor yang membuat harga beberapa komoditas pangan ikut melemah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Lalu Wiranata, mengatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama ini menjadi salah satu pembeli dengan kebutuhan bahan baku cukup besar. Ketika operasional MBG berhenti sementara sejak 22 Juni hingga 13 Juli 2026, serapan sejumlah komoditas pangan mengalami perubahan.

“Dari pengamatan sementara, ada kemungkinan penghentian aktivitas dapur MBG ikut berpengaruh. Selama ini kebutuhan bahan pokok dari dapur-dapur MBG cukup tinggi,” ujar Wiranata, Kamis, 25 Juni 2026.

Beberapa komoditas yang tercatat mengalami penurunan harga di antaranya minyak goreng premium maupun curah, cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, bawang merah, tomat, hingga kacang tanah.

Wiranata mengatakan penurunan harga yang terjadi pada sejumlah komoditas secara bersamaan menunjukkan adanya perubahan pola permintaan di pasar. Namun, pemerintah masih melakukan pemantauan untuk memastikan penyebab utama pergerakan harga tersebut.

“Kami masih melihat perkembangan di lapangan. Yang menjadi fokus kami adalah memastikan bagaimana tren harga di pasar-pasar yang menjadi titik pemantauan harian,” katanya.

Menurut Wiranata, penurunan harga pangan memang bisa menjadi kabar baik bagi masyarakat karena membantu menjaga daya beli dan menekan laju inflasi. Namun, pemerintah tetap harus menjaga agar kondisi tersebut tidak berdampak buruk terhadap petani dan pelaku usaha pangan.

“Ketika harga tinggi, masyarakat tentu terbebani. Tetapi ketika harga turun terlalu dalam, petani dan pedagang juga bisa kehilangan keuntungan. Karena itu keseimbangan harga harus tetap dijaga,” ujarnya.

Selain berkurangnya permintaan akibat libur MBG, Disperindag NTB juga mencatat pola distribusi bahan baku ke dapur MBG sebelumnya turut memengaruhi harga di pasar. Sebagian dapur MBG diketahui mengambil pasokan langsung dari petani, sehingga stok yang beredar di pasar tradisional ikut berkurang dan memicu kenaikan harga pada beberapa waktu sebelumnya.

Program MBG di NTB dihentikan sementara selama masa libur sekolah kenaikan kelas. Penghentian distribusi berlangsung selama hampir tiga pekan, mulai Senin, 22 Juni hingga 13 Juli 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....