Penyaluran Dana MBG Dilakukan Melalui Tahapan Terukur

  • 10 Jun 2026 07:14 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah -Sebanyak enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, belum beroperasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 9 Juni 2026. Sebagian besar SPPG yang belum aktif tersebut terkendala persoalan administrasi.

Koordinator Lapangan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Badan Gizi Nasional Kecamatan Kopang, Lalu Ferdi Alfarizi, S.Si, menjelaskan bahwa dari total SPPG yang ada di wilayah Kecamatan Kopang, sebanyak 11 SPPG telah beroperasi.

"Di Kecamatan Kopang yang beroperasi per 9 Juni 2026 sebanyak 11 SPPG. Enam SPPG off, di antaranya lima terkendala administrasi dan satu SPPG suspend khusus," ujar Ferdi melalui pesan singkat, Rabu 10 Juni 2026.

Adapun lima SPPG yang belum beroperasi karena kendala administrasi yakni SPPG Kopang Darmaji, SPPG Kopang MT Gamang 3, SPPG Kopang MT Gamang 4, SPPG Wajageseng 3, dan SPPG Kopang Bebuak 1. Sementara satu SPPG lainnya berstatus suspend khusus.

Ferdi menjelaskan, penyaluran dana Bantuan Pemerintah Program Makan Bergizi Gratis ke rekening virtual account (VA) SPPG dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan secara terjadwal.

Tahapan pertama dimulai setiap Selasa pukul 10.00 WIB melalui proses penarikan data oleh Tim Olah Data Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Selanjutnya, data yang telah ditarik diolah hingga Rabu pukul 18.00 WIB.

Pada Kamis pukul 08.00 WIB, Tim PPK memproses pembuatan Surat Permintaan Pembayaran (SPP), kemudian dilanjutkan dengan pengajuan Rencana Penarikan Dana (RPD) pada pukul 13.00 WIB. Dana bantuan pemerintah selanjutnya disalurkan ke rekening virtual account SPPG setiap hari Jumat.

Menurut Ferdi, sistem penyaluran bantuan pemerintah dalam Program MBG dirancang untuk menjamin integritas, kecepatan, dan kepastian penyaluran dana.

"Sistem penyaluran Banper MBG dirancang dengan integritas, kecepatan, dan kepastian untuk memastikan setiap rupiah bantuan pemerintah sampai tepat sasaran, tepat waktu, dan memberi dampak maksimal," katanya.

Ia menambahkan, sistem tersebut memiliki sejumlah manfaat, di antaranya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, mempercepat proses penyaluran dana, mendukung akurasi data, memperkuat kinerja program MBG, mendorong kolaborasi antarpihak, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat penerima manfaat.

Ferdi menegaskan Badan Gizi Nasional tetap berkomitmen mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis.

"BGN tetap berkomitmen bersama mewujudkan gizi berkualitas untuk Indonesia sehat dan generasi hebat," tegasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....