Dukung Ketahanan Pangan dan Latih Skill Siswa, SMKPP Mataram Produksi Benih Cabai

  • 06 Mei 2026 21:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Upaya mendukung ketahanan pangan dan melatih skill siswa mulai diperkuat melalui lingkungan pendidikan vokasi. Kepala SMKPP Negeri Mataram, Sugiarta, S.Pi., M.Pd., M.Si., menilai program produksi bibit cabai menjadi bagian penting yang tidak hanya berdampak ke masyarakat, tetapi juga pada pembelajaran siswa.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk pembelajaran langsung yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menjalani proses secara nyata.

“Anak-anak kita bekali keterampilan bagaimana membuat benih, membibitkan tanaman sampai menanam dan panen,” kata Sugiarta, Rabu 6 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang agar siswa memiliki keterampilan yang bisa digunakan setelah lulus. Selain itu, pengalaman praktik dinilai mampu membentuk kesiapan mereka menghadapi dunia kerja.

Menurutnya, sektor pertanian masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh generasi muda. Karena itu, siswa didorong untuk melihat potensi tersebut sejak dini.

“Harapannya mereka bisa menjadi penangkar benih atau bahkan berwirausaha di bidang pertanian,” ujarnya.

Di sisi lain, Kaprodi Agribisnis Tanaman SMKPP Negeri Mataram, Ari Tentrem Handayani, S.P., menyebut produksi bibit cabai saat ini terus berjalan. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga diarahkan untuk membantu menekan fluktuasi harga cabai di pasaran. Dengan ketersediaan bibit, masyarakat diharapkan dapat menanam secara mandiri.

“Kita lagi produksi bibit cabai untuk mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah dan mengurangi inflasi cabai,” katanya.

Menurutnya, jumlah bibit yang diproduksi mencapai sekitar 500 ribu. Bibit tersebut nantinya akan dibagikan ke masyarakat dan sekolah dalam kondisi siap tanam.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat dapat langsung menanam tanpa harus melalui proses pembibitan dari awal. Hal ini diharapkan mempercepat pemanfaatan bibit di lapangan.

“Bibit ini nanti dibagikan ke masyarakat dan sekolah agar mereka bisa langsung menanam di lahan atau polybag masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan siswa dalam proses produksi memberikan pengalaman yang tidak tergantikan. Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga menjadi bagian dari solusi nyata di masyarakat.

Program ini dinilai mampu menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan riil di lapangan. Selain meningkatkan keterampilan siswa, kegiatan ini juga memberi kontribusi langsung terhadap ketahanan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....