Pemkab Loteng Siap Fasilitasi Kemitraan UMKM dan Produsen Lokal dalam Program MBG
- 24 Feb 2026 08:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan nasional yang dirancang untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah. Implementasi program ini tidak hanya berfokus pada distribusi makanan kepada penerima manfaat, tetapi juga membuka ruang besar bagi keterlibatan produsen lokal dan pelaku UMKM di daerah.
Wakil Bupati Lombok Tengah HM. Nursiah mengatakan, Di Kabupaten Lombok Tengah, pelaksanaan MBG diarahkan agar tidak semata-mata bergantung pada pemasok besar dari luar daerah. Pemerintah daerah mendorong agar kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi oleh produsen lokal, baik melalui supplier resmi maupun kemitraan langsung dengan petani, peternak, dan pelaku UMKM.
"Namun demikian, pola kemitraan tetap menjadi kunci agar rantai pasok berjalan stabil, terstandar, dan sesuai ketentuan yang berlaku," ungkap Nursiah, Senin 23 Februari 2026.
Pihaknya menyatakan kesiapan untuk menjadi fasilitator dalam mempertemukan kebutuhan program MBG dengan potensi produksi lokal. Meski secara kewenangan program ini bersifat berjenjang dari pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan pelaksanaannya memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Jadi apabila terdapat peluang kerja sama dengan UMKM dan produsen lokal, pemerintah siap memfasilitasi dan memperluas kemitraan tersebut. Apalagi Lombok Tengah dikenal memiliki potensi sumber daya yang melimpah. Komoditas seperti telur, ayam, beras, sayuran, hingga hasil hortikultura tersedia dan dikelola oleh pelaku usaha lokal yang sudah berpengalaman," tambahnya.
Dinas-dinas teknis terkait di lingkungan Pemkab Lombok Tengah juga dinilai telah memahami peta produksi dan kapasitas pelaku usaha di daerah. Dengan basis data tersebut, pemerintah optimistis dapat menjembatani kebutuhan dapur MBG dengan kemampuan produksi lokal secara terukur dan berkelanjutan.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menjamin ketersediaan bahan pangan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan. Keterlibatan UMKM dan produsen lokal dalam rantai pasok MBG akan menciptakan perputaran ekonomi di daerah, meningkatkan pendapatan petani dan peternak, serta memperluas lapangan usaha.
"Kami terus membuka ruang kolaborasi, sehingga MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....