Dua Pekan Terhenti, MBG di SDN 3 Rumak Kini Kembali Normal

  • 29 Apr 2026 13:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 3 Rumak, Lombok Barat, sempat mengalami kendala distribusi selama kurang lebih dua pekan. Kondisi itu sempat memunculkan kekhawatiran dari pihak sekolah, terlebih karena para siswa terus mempertanyakan keberlanjutan program yang dinilai sangat membantu kebutuhan gizi mereka.

Kepala Sekolah SDN 3 Rumak, Hj. Ro'aini, mengungkapkan keterlambatan distribusi MBG terjadi akibat persoalan teknis di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dikelola pihak SPPG. Informasi tersebut diterima sekolah melalui grup komunikasi resmi.

“Iya, kemarin sempat tersendat kira-kira dua minggu. Dari pihak SPPG memberitahukan lewat grup bahwa ada kendala teknis di IPAL, sehingga dalam jangka waktu itu MBG tidak bisa diberikan ke sekolah,” ujarnya. Rabu 29 April 2026.

Menurutnya, selama masa penghentian sementara tersebut, banyak siswa yang terus bertanya kapan makanan bergizi itu kembali dibagikan. Bahkan sebagian dari mereka khawatir program tersebut dihentikan sepenuhnya.

“Anak-anak terus nanya, ‘Bu kapan ada MBG? Apakah MBG di sekolah kita dihentikan?’ Itu yang membuat kami dari pihak sekolah ikut khawatir,” katanya.

Namun, situasi itu kini telah teratasi. Program MBG kembali berjalan normal di SDN 3 Rumak sejak dua minggu terakhir. Kehadiran kembali program tersebut langsung disambut antusias oleh para siswa.

“Alhamdulillah sekarang sudah berjalan lagi sekitar dua minggu. Anak-anak sangat senang, mereka makannya lahap sekali,” ucapnya.

Saat ini, jumlah penerima manfaat MBG di SDN 3 Rumak mencapai 245 orang, termasuk para guru. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap pemenuhan kebutuhan gizi di lingkungan sekolah.

Hj. Ro'aini juga menilai kualitas menu yang disajikan saat ini sudah memenuhi standar gizi nasional. Ia menyebut komposisi makanan yang diberikan cukup lengkap dan seimbang.

“Kalau saya perhatikan, menu sekarang sudah masuk standar. Ada daging, ayam, udang, dan lain sebagainya. Jadi dari sisi gizi sudah cukup baik,” tegasnya.

Meski demikian, pihak sekolah berharap variasi menu terus ditingkatkan agar siswa tidak merasa bosan. Menurutnya, keberagaman sajian akan membuat anak-anak tetap antusias dan menikmati makanan yang diberikan.

“Harapan kami, menunya tetap bervariatif, jangan monoton. Dengan begitu anak-anak tetap lahap makannya,” katanya menegaskan.

Selain makanan utama, program MBG juga disertai pembagian snack yang dilengkapi susu secara berkala. Hal ini dinilai semakin mendukung pola makan sehat bagi para siswa.

“Supaya ke depan makanannya lebih sehat lagi, terutama dengan tambahan susu yang diberikan pada saat pembagian snack. Itu sangat membantu kebutuhan anak-anak,” ucapnya.

Pihak sekolah berharap program MBG dapat terus berjalan berkelanjutan tanpa kendala berarti, sehingga manfaatnya dapat dirasakan maksimal oleh seluruh peserta didik.

“Yang terpenting, program ini tetap ada dan terus berkembang menjadi lebih baik untuk anak-anak kita,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....