SPPG MBG Bima Diminta Perhatikan IPAL

  • 08 Apr 2026 12:59 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Akademisi Universitas Muhammadiyah Bima, menyoroti banyaknya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih mengabaikan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Mengabaikan IPAL, sama halnya dengan tidak mendukung Program MBG.

Dosen Keehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bima, Aris Iwansyah, M.Kes mengatakan, harus ada ketegasan terhadap SPPG yang masih mengabaikan maslaah IPAL. Pasalnya, pencemaran dapat berdampak pada lingkungan, termasuk dapur MBG yang sedang mengolah makanan untuk siswa.

Jika makanan tercemar oleh limbah yang tidak diproses dengan baik, kata Aris, maka bisa memperburuk kualitas makanan, bahkan justru mengancam kesehatan siswa. Ditemukannya puluhan SPPG di Bima yang masih mengabaikan IPAL, harus ditindak tegas. Tidak diijinkan beroperasi selama mereka masih belum memenuhi standar pengolahan limbah.

Setiap dapur MBG, kata Aris, harus diberlakukan standar ketat dalam pengolahan makanan. Pengawasan juga harus dilakukan secara berkala. Ini untuk mendukung pemenuhan gizi anak, bukan sebaliknya mengancam kesehatan mereka.

“IPAL SPPG ini kan bukan masalah main-main, karena ini menyangkut keamanan makanan, jangan sampai tercemar,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.

Kata Aris, dapur MBG di Bima, tidak boleh hanya berorientasi mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya, namun mengabaikan aspek higenitas. Terhadap SPPG seperti ini, maka sebaiknya Badan Gizi Nasional bertindak tegas, memutus kontrak, agar menjadi pelajaran bagi dapur MBG yang lain.

BGN sendiri kembali menonaktifkan tujuh SPPG di Kabupaten Bima per 7 April 2026. Salah satunya masih terkait IPAL.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....