Tujuh Desa Sumbawa bakal Disurvei untuk Program KNMP
- 07 Apr 2026 14:38 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa - Sebanyak tujuh desa di Kabupaten Sumbawa diusulkan sebagai calon lokasi program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap III tahun 2026. Dalam waktu dekat, tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia akan turun langsung untuk melakukan survei dan verifikasi lapangan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, S.Pi., M.T, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari percepatan program prioritas nasional di sektor perikanan tangkap.
Menurutnya, secara keseluruhan terdapat 12 desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang akan diverifikasi oleh tim KKP. Dari jumlah tersebut, tujuh desa berada di Kabupaten Sumbawa, yakni Desa Teluk Santong (Kecamatan Plampang), Labuhan Kuris (Lape), Labuhan Jambu (Tarano), Labuhan Alas (Alas), Labuhan Mapin (Alas Barat), Pulau Kaung dan Labuhan Burung (Buer).
“Tim KKP akan melakukan survei dan verifikasi untuk memastikan kesiapan lokasi serta potensi pengembangan kawasan nelayan,” ujarnya, Selasa 7 April 2026.
Dayat akrabnya disapa menjelaskan, pihaknya bersama jajaran DKP telah lebih dulu melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah desa calon lokasi. Kegiatan tersebut sekaligus untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, koperasi, dan masyarakat setempat terkait rencana pelaksanaan program.
Dalam kunjungan yang dilakukan pada 1 hingga 2 April 2026, tim DKP menyambangi Desa Pulau Kaung di Kecamatan Buer serta Dusun Labuhan Jontal, Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang. Pertemuan dengan pemerintah desa dan masyarakat difokuskan pada penguatan dukungan sosial serta penyampaian informasi program KNMP.
| Baca juga: Progres KNMP Labuhan Sangoro Capai 20 Persen |
“Koordinasi yang dilakukan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas saat program dilaksanakan,” katanya.
Dari hasil peninjauan lapangan, DKP menilai sejumlah desa memiliki potensi besar di sektor perikanan tangkap. Aktivitas nelayan yang cukup tinggi, didukung jumlah armada yang memadai, menunjukkan ketergantungan ekonomi masyarakat pada sektor kelautan.
Namun demikian, kondisi infrastruktur di beberapa lokasi masih menjadi perhatian. Diantaranya kerusakan dermaga, keterbatasan fasilitas sanitasi, serta persoalan pengelolaan sampah yang belum optimal.
Dayat berharap, melalui program KNMP tahap III, berbagai persoalan tersebut dapat diatasi secara bertahap. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan agar seluruh desa yang diusulkan dapat lolos verifikasi dan ditetapkan sebagai lokasi program.
“Semoga tujuh desa yang diusulkan bisa ditetapkan, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Sumbawa,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....