Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa segera Dibangun di Bima

  • 31 Mei 2026 07:12 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa yang diproyeksikan berdiri di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.
  • Pemerintah provinsi telah menyiapkan lahan hibah untuk mendukung pembangunan sekolah rakyat di Bima.
  • Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo tinjau lokasi pembangunan sekolah rakyat di Bima.

‎RRI.CO.ID, Bima - Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa yang diproyeksikan berdiri di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Program pendidikan berasrama itu disiapkan sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah timur NTB.

‎Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pemerintah provinsi telah menyiapkan lahan hibah untuk mendukung pembangunan sekolah tersebut. Saat ini, pemerintah masih melakukan kajian teknis guna menentukan lokasi paling layak untuk pembangunan kawasan pendidikan terpadu itu.

‎“Tanah ini dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima. Sekarang masih dikaji lokasi yang paling tepat,” kata Iqbal usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum meninjau lokasi pembangunan sekolah rakyat di Bima, Jumat, 30 Mei 2026.

‎Menurut dia, terdapat dua alternatif lahan yang sedang dipertimbangkan dengan luas masing-masing sekitar 13 hektare dan 18 hektare. Kedua lokasi dinilai cukup memadai untuk mendukung konsep Sekolah Rakyat yang dirancang sebagai kawasan pendidikan berasrama dan terintegrasi.

‎Iqbal menyebut pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari investasi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di NTB, khususnya di Pulau Sumbawa yang selama ini masih menghadapi tantangan pemerataan akses pendidikan.

‎“Ini bukan sekadar membangun sekolah baru, tetapi menyiapkan masa depan generasi muda NTB,” ujarnya.

‎Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang ikut meninjau lokasi menyatakan kawasan yang disiapkan memiliki potensi untuk dikembangkan karena didukung ketersediaan lahan yang cukup luas. Namun, menurut dia, pemerintah masih harus memastikan kesiapan infrastruktur dasar sebelum pembangunan dimulai.

‎“Akses menuju lokasi masih menjadi tantangan. Semua aspek teknis harus dipastikan terlebih dahulu agar pembangunan dapat berjalan baik dan berkelanjutan,” kata Dody.

‎Sejumlah persoalan teknis yang masih dikaji antara lain kondisi akses jalan menuju lokasi, penataan alur sungai, penyesuaian jaringan listrik, hingga keberadaan sejumlah fasilitas di sekitar kawasan pembangunan.

‎Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB saat ini terus melakukan koordinasi untuk memastikan lokasi yang dipilih benar-benar siap mendukung operasional sekolah dalam jangka panjang.

‎Desa Pandai hingga kini masih menjadi lokasi prioritas dan dinilai paling berpeluang menjadi pusat pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa.

‎Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk menghadirkan pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Kehadiran sekolah ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas di daerah sekaligus menjadi instrumen penguatan pembangunan manusia di kawasan timur Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....