Melangkah Bersama: Kisah Orang Tua Pejuang CTEV
- 10 Sep 2025 11:20 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari: Sabtu sore, November 2023, tangis bayi perempuan Bitho Hamdani dan Imas Khotimah terdengar untuk pertama kalinya. Rasa bahagia itu sekejap berubah menjadi guncangan saat dokter menyampaikan: “Bayinya sehat, tapi ada kelainan di kaki. CTEV, kakinya pengkor.”
Diagnosis Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau clubfoot membuat pasangan ini harus menapaki perjalanan panjang. Mulai dari pemasangan gips berulang, berpindah-pindah dokter, hingga akhirnya menjalani operasi kecil di RS Fatmawati pada Maret 2024.
Tahap berikutnya adalah penggunaan sepatu khusus yang oleh orang tua pejuang CTEV sering disebut “sepatu ajaib”. Bukan perkara mudah, karena butuh disiplin dan adaptasi, bahkan seringkali mengundang pandangan aneh dari orang sekitar.
“Doa, kesabaran, dan cinta menjadi kekuatan kami. Saat melihat kaki putri kami mulai fleksibel setelah memakai sepatu ajaib, rasa syukur itu tak bisa digambarkan dengan kata-kata,” ujar Bitho. Bagi mereka, perjalanan ini bukan hanya soal perawatan medis, tapi juga tentang menemukan hikmah. “Kami belajar bersyukur. Karena ternyata banyak anak lain dengan ujian yang lebih berat. Cobaan kami ini tidak ada apa-apanya,” tambah Imas.
Berkat kesabaran dan keikhlasan mereka merawat anak spesial tanpa mempertanyakan kehendak Tuhan, Bitho mendapat kejutan tak terduga. Dalam ajang 5K Run for Palestine pada Februari 2024, ia berhasil memenangkan grandprize umroh, dan berangkat ke Tanah Suci pada September 2024.
Tak lama berselang, sang istri, Imas Khotimah, juga menyusul untuk berangkat umroh secara gratis pada April 2025 — sebuah berkah yang mereka yakini sebagai buah dari keikhlasan dan keteguhan hati dalam menjalani peran sebagai orang tua pejuang.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga, tenaga medis, dan komunitas sangat penting dalam perjalanan anak-anak dengan CTEV menuju masa depan yang lebih baik. Karena sejatinya, melangkah bersama jauh lebih ringan daripada berjalan sendiri.
Sumber: Kisah keluarga Bitho Hamdani & Imas Khotimah, dalam E-book: "Melangkah Bersama, Cerita Kami Merawat Anak CTEV".