Batu Skull Hill Mars Yang Membuat Ilmuwan Bingung

  • 28 Apr 2025 07:24 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari : Penjelajah Mars milik NASA tengah menelusuri misteri geologi di kawah Jezero. Saat menjelajahi area yang dikenal sebagai Witch Hazel Hill, penjelajah tersebut menemukan batu gelap yang menarik bernama "Skull Hill" di perbatasan antara dua jenis batu yang berbeda.

Di kutip dari Scitechdaily, wahana penjelajah Mars 2020 milik NASA itu melanjutkan perjalanannya menuruni bagian bawah Bukit Witch Hazel, yang terletak di tepi Kawah Jezero. Selama perjalanannya, wahana penjelajah itu berhenti di sebuah lokasi yang dikenal sebagai Port Anson, tempat ia menemukan batas mencolok, yang terlihat dari orbit, antara lapisan batuan yang lebih terang dan lebih gelap.

Jenis batas ini, tempat dua formasi batuan yang berbeda bertemu, dikenal sebagai kontak geologi. Di samping kontak ini, penjelajah tersebut juga menemukan beberapa batuan menarik yang dikenal sebagai float, fragmen yang kemungkinan berasal dari tempat lain dan kemudian dipindahkan ke lokasi mereka saat ini.

Salah satu batu apung ini, yang digambarkan di atas, diberi nama Skull Hill. Diambil oleh instrumen Mastcam-Z milik penjelajah, Skull Hill tampak mencolok di antara medan berwarna terang di sekitarnya karena warnanya yang gelap dan bentuknya yang bersudut. Batu tersebut memiliki beberapa lubang kecil, dan jika Anda perhatikan dengan saksama, Anda bahkan dapat melihat partikel berbentuk bola, yang disebut spherules, tersebar di tanah di sekitarnya, atau regolith.

Warna gelap Skull Hill mengingatkan pada meteorit yang ditemukan di kawah Gale oleh wahana Curiosity. Komposisi kimia merupakan faktor penting dalam mengidentifikasi meteorit, dan meteorit Gale mengandung sejumlah besar besi dan nikel. Namun, analisis terbaru data SuperCam dari batuan serupa di dekatnya menunjukkan komposisi yang tidak konsisten dengan asal meteorit.

Alternatifnya, Skull Hill bisa jadi merupakan batuan beku yang terkikis dari singkapan di dekatnya atau terlempar dari kawah tubrukan. Di Bumi dan Mars, besi dan magnesium merupakan beberapa kontributor utama batuan beku, yang terbentuk dari pendinginan magma atau lava. Batuan ini dapat mencakup mineral berwarna gelap seperti olivin, piroksen, amfibol, dan biotit. Beruntung bagi kita, penjelajah ini memiliki instrumen yang dapat mengukur komposisi kimia batuan di Mars. Memahami komposisi bongkahan berwarna gelap ini akan membantu tim untuk menafsirkan asal usul batuan unik ini.


Rekomendasi Berita