Prosesi Upacara Adat Wangunen Le'os Um Banua Minahasa

  • 04 Jan 2024 09:09 WIB
  •  Manado

KBRN, Minahasa : Tradisi Adat Minahasa yang digelar setiap tanggal 3 Januari di Situs Budaya Watu Pinawetengan dipadati wisatawan lokal, para pegiat-pegiat budaya, tua-tua adat, bahkan nampak terlihat beberapa turis mancanegara baik dari China, Amerika, Australia dan turis domestik dari Bandung, Jawa Barat juga turut menyaksikan hajatan budaya yang dilaksanakan oleh organisasi adat wadah berhimpun pegiat Kawasaran "Waraney Minaesa" yang dikomandani Ketua Presidium Panglima Besar Ama.Sony Moningka.

Waraney Minaesa mengemas kegiatan budaya yakni Wangunen Le'os Um Banua Wangko Tana' Minahasa yang di dalamnya ada Ritus Sumungkul Le'os, Ritus Zumeta, Ritus Mengelur, Maoray dan Lumeos Um Banua. Dalam pelaksanaan tahapan ritus ini di pimpin oleh Tonaas Makalesar, Walian Rumarages, Walian Maoray dan Walian Tua. Penampilan nyanyian adat Mahzani Genang Weresi dari Tombulu Woloan menambah kesakralan jalanya prosesi upacara adat. Sepanjang sejarah baru kali ini terlihat sangat lain dan serta skralnya acara adat yang mengandung nilai-nilai adat yang dalam dan penuh makna.

Keunikan lain dari acara Adat Waraney Minaesa terlihat pada upacara adat penyiraman Watu Pinawetengan dengan air yang terisi dalam 9 bulu kower, yang di ambil dari 9 gunung di Tana Minahasa. Penyiraman 9 air di Watu Pinawetengan mengandung makna dan spiritual untuk bersih-bersih Tana Adat Minahasa dari hal-hal yang tidak diinginkan, dimana Watu Pinawetengan merupakan representatif tana adat Minahasa yang telah dibagi-bagi oleh para nenek moyang tou Minahasa pada masa lampau.

Hadir dalam Hayatan Budaya Waraney Minaesa, mantan Pangdam XIII Merdeka Mayjen (P) TNI Wanti Waraney Mamahit, Kapolres Minahasa AKBP Ketut Suryana, S.Ik SH MM, Camat Tompaso Raya, Hukum Tua Pinabetengan Raya, Stafsus Gubernur Sulut Komaling dan Pimpinan pegiat ormas adat Minahasa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....