Kunjungan Wisatawan Meningkat, Ekonomi Sulawesi Utara Makin Bergairah
- 03 Mar 2026 06:45 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado–Provinsi Sulawesi Utara kembali menunjukkan tren positif di sektor pariwisata pada 2026. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang sudah terlihat sejak 2025 menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah tahun ini. Sebagaimana dikutip dari laman sulutnewstv.com Kota Manado sebagai pintu gerbang utama wisata Sulut semakin diminati turis asing, khususnya dari China dan Korea Selatan, yang mendominasi kedatangan melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi. Sepanjang 2025 tercatat lebih dari 268 ribu penumpang internasional, naik sekitar 19 persen dibanding tahun sebelumnya, dan tren tersebut berlanjut di awal 2026.
Dilansir dari laman kemenpar.go.id Peningkatan ini tidak lepas dari strategi pembukaan dan reaktivasi rute penerbangan internasional. Salah satu langkah signifikan adalah dibukanya kembali penerbangan langsung Taipei–Manado oleh maskapai TransNusa yang mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata. Jalur penerbangan ini dinilai memperkuat konektivitas Sulawesi Utara dengan pasar Asia Timur, sekaligus memperluas peluang promosi destinasi unggulan seperti Bunaken, Likupang, dan kawasan wisata bahari lainnya.
Dampak ekonomi dari lonjakan wisatawan mulai terasa di berbagai sektor. Industri perhotelan, restoran, transportasi lokal, hingga pelaku UMKM mengalami peningkatan permintaan. Tingginya aktivitas wisata turut mendorong perputaran uang di daerah, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Secara nasional, data Badan Pusat Statistik menunjukkan kunjungan wisman Januari 2026 menembus 1,01 juta kunjungan atau naik 1,11 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya—indikasi tren positif yang turut berkontribusi pada destinasi unggulan seperti Sulawesi Utara.
Selain sektor pariwisata langsung, efek berganda (multiplier effect) juga dirasakan sektor lain seperti perikanan dan ekspor produk lokal. Dengan meningkatnya konektivitas internasional, produk unggulan Sulut seperti hasil laut memiliki peluang lebih besar menjangkau pasar luar negeri. Hal ini memperkuat posisi pariwisata bukan hanya sebagai sektor jasa, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi regional yang terintegrasi dengan perdagangan dan investasi.
Secara keseluruhan, tren peningkatan kunjungan wisatawan pada 2026 menjadi sinyal optimisme bagi perekonomian Sulawesi Utara. Jika didukung dengan penguatan infrastruktur, promosi berkelanjutan, serta kesiapan sumber daya manusia, sektor pariwisata berpotensi menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah di kawasan timur Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....