Anti-Mainstream: Berani Berbeda dan Menjadi Diri Sendiri

  • 14 Sep 2026 22:46 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Istilah anti-mainstream sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak selalu mengikuti pilihan atau kebiasaan yang sedang dilakukan banyak orang. Dikutip dari laman selfdeterminationtheory.org Anti-mainstream bukan berarti sengaja tampil aneh atau berbeda demi mendapatkan perhatian, melainkan berani memilih sesuatu berdasarkan selera, nilai, dan keputusan pribadi. Dalam psikologi, gagasan tentang autonomy atau otonomi berkaitan dengan pengalaman bahwa seseorang memiliki kemauan dan pilihan atas tindakan yang dilakukan.

Menjadi anti-mainstream juga bisa berarti tidak mudah terbawa tekanan lingkungan. Misalnya, ketika sebagian besar teman mengikuti tren tertentu, seseorang tetap memilih apa yang memang disukainya meskipun pilihannya berbeda. Self-Determination Theory menjelaskan bahwa motivasi yang bersifat otonom muncul ketika seseorang melakukan sesuatu karena memang tertarik, menghargainya, atau merasa pilihan tersebut sesuai dengan dirinya, bukan semata-mata karena tekanan atau keinginan mendapatkan persetujuan orang lain.

Contoh sikap anti-mainstream sebenarnya bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Ada orang yang lebih suka membaca buku daripada mengikuti tren media sosial, memilih pakaian berdasarkan kenyamanan daripada mode, menikmati musik lama ketika orang lain mengikuti lagu terbaru, atau memilih menghabiskan waktu sendirian ketika lingkungan sekitarnya sedang ramai. Pilihan seperti ini tidak otomatis membuat seseorang lebih baik daripada orang lain; yang penting adalah keputusan tersebut memang sesuai dengan dirinya dan tidak merugikan orang lain.

Menjadi berbeda juga tidak berarti harus selalu menolak apa yang sedang populer. Seseorang tetap bisa mengikuti tren jika memang menyukainya. Perbedaannya terletak pada alasan di balik pilihan tersebut. Kalau mengikuti tren karena benar-benar suka, itu tetap merupakan pilihan pribadi. Sebaliknya, jika seseorang merasa harus mengikuti tren hanya karena takut dianggap ketinggalan atau takut tidak diterima lingkungan, pilihan tersebut lebih banyak dipengaruhi tekanan eksternal.

Sikap anti-mainstream bahkan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas. Ketika seseorang memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi minat dan menentukan pilihannya sendiri, kondisi yang mendukung otonomi, kompetensi, dan hubungan sosial dapat membantu munculnya motivasi yang lebih berkualitas, termasuk keterlibatan dan kreativitas.

Namun, ada satu hal yang perlu diingat: anti-mainstream bukan berarti anti-orang lain. Berbeda pendapat boleh, mempunyai selera yang tidak biasa boleh, tetapi tetap perlu menghargai pilihan orang lain. Menjadi unik tidak harus membuat kita merasa lebih tinggi daripada orang lain. Justru, menjadi diri sendiri dengan tetap menghormati orang lain adalah bentuk kemandirian yang lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....