Cara Semut Melihat Dunia

  • 07 Agt 2026 16:22 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Dari sudut pandang manusia, semut hanyalah serangga berukuran sangat kecil. Sebaliknya, manusia tampak seperti objek yang sangat besar bagi semut. Namun, ukuran yang jauh lebih besar tidak berarti semut memahami bahwa makhluk yang berada di hadapannya adalah seorang manusia.

Cara semut menerima informasi dari lingkungannya sangat berbeda dengan manusia. Mata majemuk yang dimilikinya tersusun atas banyak lensa kecil bernama omatidium, tetapi kemampuan sistem penglihatan tersebut dalam menangkap bentuk dan detail objek cukup terbatas. Dalam aktivitas sehari-hari, semut lebih mengandalkan jejak kimia berupa feromon, aroma, getaran, dan sentuhan antena untuk mengenali jalur, menemukan makanan, serta membedakan anggota koloninya. Dengan demikian, penglihatan bukanlah indra utama yang digunakan semut untuk memahami lingkungan di sekitarnya.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Frontiers in Behavioral Neuroscience mengungkapkan bahwa kualitas penglihatan semut berkaitan erat dengan habitat serta waktu aktivitasnya. Semut yang aktif pada siang hari diketahui memiliki jumlah omatidium lebih banyak dibandingkan spesies yang beraktivitas pada malam hari. Kendati demikian, ketajaman visualnya masih jauh berada di bawah hewan bertulang belakang. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa informasi visual lebih banyak dimanfaatkan untuk mengenali arah, sumber cahaya, dan penanda lingkungan, sedangkan proses mengenali objek sangat bergantung pada kemampuan penciuman dan antena.

Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) menemukan bahwa semut menggunakan ingatan terhadap tampilan lingkungan sebagai bagian dari strategi navigasi. Mereka menghafal pola visual di sekitarnya agar dapat kembali ke sarang atau menemukan sumber makanan. Ketika kemampuan melihatnya terganggu, semut akan mempelajari ulang kondisi lingkungan hingga mampu bernavigasi dengan baik. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sistem penglihatan semut berfungsi terutama untuk orientasi ruang, bukan untuk mengenali identitas makhluk hidup, termasuk manusia.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa semut memandang dunia dengan cara yang sangat berbeda dari manusia. Kehidupan mereka lebih banyak dipandu oleh aroma, jejak kimia, sentuhan antena, serta petunjuk visual yang sederhana. Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa semut memiliki konsep atau pemahaman mengenai manusia sebagai individu sebagaimana manusia mengenali makhluk hidup lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....