Mengenal Stalker: saat Perhatian Berubah Menjadi Gangguan

  • 31 Mei 2026 11:49 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Istilah stalker digunakan untuk menggambarkan seseorang yang secara terus-menerus mengawasi, mengikuti, memantau, atau mencari informasi tentang orang lain tanpa persetujuan orang tersebut. Sebagaimana dikutip dari laman www.britannica.com Perilaku stalking dapat terjadi secara langsung maupun melalui media digital, seperti media sosial, pesan singkat, email, atau berbagai platform online lainnya. Meskipun sering dianggap sepele, stalking dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, ketakutan, bahkan ancaman bagi korbannya.

Dilansir dari laman www.justice.gov Stalking biasanya ditandai dengan perilaku yang berulang dan tidak diinginkan, seperti terus-menerus menghubungi seseorang, memantau aktivitasnya, muncul di tempat yang sering dikunjungi korban, atau mengumpulkan informasi pribadi tanpa izin. Dalam banyak kasus, pelaku stalking merasa memiliki ketertarikan, obsesi, atau keinginan untuk mengontrol kehidupan korbannya.

Di era digital, muncul istilah cyberstalking, yaitu tindakan menguntit atau mengawasi seseorang melalui internet. Pelaku dapat memanfaatkan media sosial untuk memantau aktivitas korban, mengirim pesan berulang, atau mencari informasi pribadi yang dibagikan secara online. Cyberstalking menjadi perhatian serius karena teknologi memudahkan pelaku untuk mengakses informasi korban kapan saja dan dari mana saja.

Dampak stalking terhadap korban bisa sangat besar, mulai dari stres, kecemasan, gangguan tidur, hingga menurunnya rasa aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dalam beberapa kasus, stalking dapat berkembang menjadi tindakan intimidasi atau kekerasan yang lebih serius sehingga perlu mendapatkan perhatian dari pihak berwenang.

Untuk mengurangi risiko menjadi korban stalking, penting untuk menjaga privasi informasi pribadi, membatasi informasi yang dibagikan di media sosial, serta segera melaporkan perilaku yang mencurigakan atau mengganggu kepada pihak berwenang. Kesadaran masyarakat mengenai stalking juga perlu ditingkatkan agar perilaku ini tidak dianggap sebagai bentuk perhatian yang normal.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Secara umum, stalking bukanlah bentuk perhatian atau kasih sayang, melainkan perilaku yang dapat melanggar privasi dan menimbulkan dampak psikologis bagi korban. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami ciri-ciri stalking dan mengambil langkah yang tepat apabila mengalaminya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....