Pelet: Tradisi, Mitos, dan Kepercayaan di Masyarakat

  • 10 Mei 2026 19:42 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Pelet merupakan istilah yang sering digunakan dalam budaya masyarakat Indonesia untuk menyebut praktik supranatural yang dipercaya dapat memengaruhi perasaan, pikiran, atau ketertarikan seseorang terhadap orang lain. Dikutip dari laman kbbi.kemdikbud.go.id Dalam berbagai daerah di Nusantara, pelet sering dikaitkan dengan ilmu pengasihan, mantra, maupun ritual tertentu yang diwariskan secara turun-temurun. Meski banyak dianggap sebagai bagian dari cerita mistis dan budaya lokal, keberadaan pelet masih sering menjadi pembahasan hingga saat ini, terutama di media sosial dan cerita masyarakat.

Dilansir dari laman www.britannica.com Dalam sejarah budaya Indonesia, praktik yang berkaitan dengan pelet biasanya berhubungan dengan kepercayaan tradisional dan unsur spiritual masyarakat tempo dulu. Banyak orang dahulu mempercayai bahwa seseorang dapat menggunakan doa, benda tertentu, atau ritual khusus untuk menarik perhatian orang yang disukai. Tradisi seperti ini tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi juga muncul di berbagai negara lain dengan bentuk dan nama berbeda. Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang dapat membenarkan efektivitas pelet secara nyata dalam memengaruhi pikiran manusia.

Di era modern, pembahasan mengenai pelet sering muncul dalam film horor, sinetron, buku cerita mistis, hingga konten hiburan digital. Banyak masyarakat memandang pelet sebagai bagian dari folklor atau cerita rakyat yang menarik untuk dibahas, meskipun tidak sedikit pula yang masih mempercayainya. Para ahli psikologi sendiri menjelaskan bahwa rasa tertarik atau jatuh cinta pada seseorang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor emosional, komunikasi, kenyamanan, dan kedekatan sosial dibanding unsur mistis.

Selain itu, beberapa tokoh budaya mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi cerita mengenai pelet. Banyak kasus penipuan berkedok pengasihan atau ilmu pelet yang memanfaatkan kondisi emosional seseorang demi keuntungan pribadi. Karena itu, penting untuk tetap berpikir rasional dan tidak mudah percaya terhadap praktik yang menjanjikan hasil instan tanpa dasar yang jelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....