Iman Kamu Jangan Bergantung pada Hikmat Manusia, tetapi pada Kekuatan Allah

  • 10 Mei 2026 08:24 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Dalam hidup, manusia sering mencari pegangan pada kepintaran, pengalaman, dan logika. Semua itu memang penting, tetapi ada saat di mana kemampuan manusia memiliki batas. Ketika masalah datang bertubi-tubi, hikmat manusia kadang tidak mampu memberi ketenangan sejati. Karena itu, iman tidak boleh hanya berdiri di atas apa yang terlihat atau dipahami, melainkan pada kuasa Allah yang sanggup bekerja melampaui kemampuan manusia.

Firman Tuhan dalam 1 Korintus 1:18-2:5 yang menjadi tema mingguan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Rasul Paulus pernah mengingatkan bahwa iman jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. Artinya, dasar kehidupan rohani kita bukan sekadar kata-kata hebat atau pemikiran yang meyakinkan, melainkan pengalaman nyata bersama Tuhan. Saat kita melihat pertolongan-Nya, penyertaan-Nya, dan kasih-Nya dalam hidup, iman kita menjadi lebih kokoh dan tidak mudah goyah.

Ada banyak orang yang merasa kuat ketika semuanya berjalan baik, tetapi mulai ragu ketika badai kehidupan datang. Di saat itulah iman diuji. Jika iman hanya bergantung pada keadaan atau pemikiran manusia, maka hati akan mudah takut dan kecewa. Namun ketika iman berakar pada Tuhan, kita tetap bisa percaya walaupun jalan di depan belum terlihat jelas.

Kekuatan Allah sering kali bekerja dalam cara yang sederhana namun ajaib. Tuhan memberi damai di tengah kekhawatiran, memberi jalan saat semuanya terasa buntu, dan memberi kekuatan ketika hati hampir menyerah. Mungkin jawaban Tuhan tidak selalu datang secepat yang kita harapkan, tetapi Dia tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya berjalan sendiri.

Karena itu, jangan terlalu mengandalkan diri sendiri sampai lupa berharap kepada Tuhan. Belajarlah untuk berdoa, berserah, dan percaya bahwa kuasa Allah sanggup melakukan perkara besar. Ketika manusia berkata “tidak mungkin,” Tuhan mampu membuka jalan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Di situlah iman bertumbuh menjadi dewasa dan kuat.

Hari ini, mari periksa kembali dasar iman kita. Apakah kita lebih percaya pada kemampuan manusia atau pada kuasa Tuhan? Jadikan Allah sebagai sumber pengharapan utama dalam hidup. Sebab ketika iman berdiri di atas kekuatan Allah, hati akan tetap teguh walau dunia di sekitar terus berubah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....