Hal Sepele di Mobil yang ternyata Bisa Membahayakan
- 24 Apr 2026 07:47 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Banyak pengemudi menganggap beberapa benda di dalam mobil itu biasa saja. Padahal, tanpa disadari, benda-benda kecil ini bisa memicu risiko serius mulai dari gangguan konsentrasi sampai kecelakaan fatal. Apalagi kalau dilakukan langsung oleh sopir saat berkendara.
1. Ponsel (HP)
Menggunakan ponsel saat menyetir baik untuk chat, telepon, atau cek navigasi tanpa holder adalah salah satu penyebab utama kecelakaan. Sebagaimana dikutip dari laman www.who.int/news-room Studi menunjukkan bahwa menggunakan ponsel saat mengemudi bisa meningkatkan risiko kecelakaan hingga 4 kali lipat.Aktivitas ini mengalihkan fokus mata dan pikiran dari jalan. Bahkan beberapa detik saja sudah cukup untuk menyebabkan tabrakan.
2. Botol Minum atau Benda Lepas
Botol minum, payung, atau barang kecil yang tidak disimpan dengan baik bisa berguling ke bawah pedal. Ini bisa menghambat pengereman atau akselerasi, yang tentu sangat berbahaya saat situasi darurat.
Dilansir dari laman www.nhtsa.gov Banyak laporan kecelakaan terjadi karena pedal tersangkut benda asing di kabin.
3. Parfum atau Benda Mudah Meledak
Parfum, korek api gas, atau aerosol yang ditinggalkan di dalam mobil bisa meledak karena panas, terutama saat parkir di bawah terik matahari.
Suhu dalam mobil bisa meningkat drastis dan memicu tekanan pada benda bertekanan.
4. Makan dan Minum Saat Menyetir
Terlihat sepele, tapi makan atau minum saat mengemudi bisa mengganggu kontrol kendaraan. Tangan tidak sepenuhnya di setir, dan perhatian terbagi.
Aktivitas ini termasuk dalam kategori “distracted driving” yang meningkatkan risiko kecelakaan.
5. Headset atau Earphone
Menggunakan headset saat menyetir membuat pengemudi kurang peka terhadap suara sekitar, seperti klakson atau sirene kendaraan darurat.
Pendengaran adalah salah satu indera penting dalam berkendara aman.
6. Barang di Dashboard
Meletakkan benda di dashboard seperti boneka, tisu, atau aksesoris bisa menghalangi pandangan. Selain itu, saat terjadi tabrakan, benda tersebut bisa terpental dan melukai penumpang.
Area pandangan depan harus selalu bersih untuk visibilitas maksimal.
7. Emosi dan Stres Saat Menyetir
Ini bukan benda, tapi sering dianggap sepele. Mengemudi dalam kondisi emosi, marah, atau stres bisa membuat pengambilan keputusan jadi buruk.
“Road rage” terbukti meningkatkan risiko kecelakaan dan konflik di jalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....