Kepercayaan Mistis di Era Modern Masih Banyak Dipercaya

  • 10 Apr 2026 15:04 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID MANADO – Di tengah perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan akses informasi yang semakin luas, kepercayaan terhadap hal-hal mistis ternyata masih bertahan dalam kehidupan masyarakat modern. Sebgaimana dikutip dari laman www.britannica.com Banyak orang yang tetap mempercayai keberadaan energi gaib, ramalan, benda pembawa hoki, hingga ritual tertentu untuk mendatangkan keberuntungan atau menghindari kesialan. Fenomena ini menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan tidak selalu menghapus kepercayaan tradisional yang sudah mengakar dalam budaya dan kebiasaan masyarakat.

Secara psikologis, kepercayaan terhadap hal mistis sering muncul karena manusia memiliki kebutuhan untuk mencari makna dan rasa kontrol terhadap hal-hal yang tidak pasti. Dalam situasi penuh tekanan atau ketidakpastian, sebagian orang merasa lebih tenang ketika percaya bahwa ada kekuatan lain yang dapat memengaruhi nasib mereka. Inilah sebabnya praktik seperti membaca zodiak, memakai jimat, konsultasi spiritual, atau mengikuti ritual tertentu masih banyak diminati bahkan oleh generasi muda.

Dilansir dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id Di sisi lain, kepercayaan mistis juga terus bertahan karena diwariskan sebagai bagian dari budaya dan identitas lokal. Di berbagai daerah Indonesia, cerita tentang pantangan, tempat angker, atau ritual adat masih menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Bagi sebagian orang, mempercayai hal mistis bukan semata soal supranatural, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur yang sudah dijaga turun-temurun.

Meski demikian, penting bagi masyarakat modern untuk menyeimbangkan antara menghormati tradisi dengan berpikir kritis. Kepercayaan budaya dapat tetap dilestarikan selama tidak menimbulkan ketakutan berlebihan, merugikan diri sendiri, atau menghambat pengambilan keputusan rasional. Pada akhirnya, keberadaan kepercayaan mistis di era modern menunjukkan bahwa manusia bukan hanya makhluk logis, tetapi juga makhluk budaya yang mencari makna dalam banyak cara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....