Hati-Hati dalam Berteman karena Kawan Bisa Jadi Lawan
- 10 Apr 2026 12:24 WIB
- Manado
RRI.CO.ID MANADO – Dalam kehidupan sosial, tidak semua orang yang terlihat dekat benar-benar memiliki niat baik. Ada kalanya seseorang yang kita anggap teman justru menjadi orang yang paling menyakiti ketika kepercayaan disalahgunakan. Sebagaimana dikutip dari laman www.psychologytoday.com Ungkapan “kawan bisa jadi lawan” menggambarkan bahwa hubungan pertemanan pun bisa berubah ketika muncul iri hati, persaingan, kepentingan pribadi, atau pengkhianatan. Karena itu, penting untuk membangun kepercayaan secara bertahap dan tidak membuka seluruh sisi pribadi kepada semua orang begitu saja.
Pertemanan yang sehat seharusnya dilandasi rasa saling menghargai, mendukung, dan menjaga kepercayaan. Namun dalam kenyataannya, ada juga pertemanan yang berubah menjadi toxic—misalnya ketika seorang teman mulai menjatuhkan, memanfaatkan, menyebarkan rahasia, atau hanya hadir saat membutuhkan sesuatu. Hubungan seperti ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan membuat seseorang kehilangan rasa aman dalam lingkungan sosialnya.
Meski demikian, bukan berarti kita harus curiga pada semua orang. Kuncinya adalah tetap terbuka dalam berteman, tetapi bijak dalam menilai karakter seseorang. Teman sejati biasanya konsisten hadir dalam suka dan duka, ikut senang saat kita berhasil, serta tidak merasa terancam oleh pencapaian kita. Sebaliknya, jika seseorang sering menunjukkan sikap manipulatif, bermuka dua, atau diam-diam senang saat kita jatuh, itu bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut tidak sehat.
Pada akhirnya, memilih teman sama pentingnya dengan memilih lingkungan tempat kita bertumbuh. Tidak semua yang tertawa bersama kita adalah orang yang benar-benar mendukung dari hati. Karena itu, berhati-hatilah dalam mempercayai orang, jaga batasan pribadi, dan ingat bahwa teman yang baik akan membawa kita maju—bukan justru menjatuhkan saat kita lengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....