Fenomena Puber Usia Senja di Kehidupan Modern
- 05 Apr 2026 14:55 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado -Istilah puber usia senja sering digunakan untuk menggambarkan perubahan perilaku yang terjadi pada seseorang di usia lanjut, yang mirip dengan masa pubertas remaja. Seperti dikutip dari laman www.psychologytoday.com Meskipun bukan istilah medis resmi, fenomena ini kerap dikaitkan dengan perubahan emosional, keinginan untuk tampil lebih muda, hingga pencarian jati diri di fase akhir kehidupan. Dalam kajian psikologi, hal ini sering berhubungan dengan proses penyesuaian diri terhadap penuaan dan perubahan peran sosial.
Pada usia senja, seseorang bisa mengalami perubahan psikologis seperti merasa kesepian, kehilangan tujuan hidup, atau kekhawatiran terhadap kondisi fisik yang menurun. Hal ini dapat memicu perilaku yang dianggap “kembali muda”, seperti lebih aktif di media sosial, memperhatikan penampilan secara berlebihan, atau mencoba hal-hal baru yang sebelumnya jarang dilakukan. Kondisi ini sebenarnya merupakan bagian dari upaya individu untuk tetap merasa berarti dan dihargai.
Seperti dilansir dari lamanwww.nia.nih.gov Selain faktor psikologis, perubahan hormon juga dapat memengaruhi kondisi emosional di usia lanjut. Misalnya, penurunan hormon tertentu dapat berdampak pada suasana hati dan kestabilan emosi. Dalam beberapa kasus, hal ini bisa membuat seseorang menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, atau bahkan mengalami perubahan perilaku yang cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.
Fenomena puber usia senja tidak selalu berdampak negatif. Jika diarahkan dengan baik, perubahan ini justru dapat menjadi momentum untuk menjalani hidup yang lebih aktif dan bermakna. Dukungan keluarga, lingkungan sosial yang positif, serta aktivitas yang sesuai dengan kondisi fisik sangat penting untuk membantu lansia tetap sehat secara mental dan emosional.
Kesimpulannya, puber usia senja merupakan bagian dari dinamika kehidupan manusia yang wajar terjadi. Dengan pemahaman yang tepat, fenomena ini tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang aneh, melainkan sebagai proses adaptasi seseorang dalam menghadapi fase kehidupan yang baru. Pendekatan yang penuh empati dan dukungan akan membantu lansia menjalani masa tuanya dengan lebih bahagia dan seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....