Mengenal Fengsui: Harmoni Energi dalam Kehidupan Sehari-hari

  • 13 Feb 2026 23:58 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Fengsui adalah praktik kuno yang berasal dari Tiongkok dan bertujuan menciptakan keseimbangan serta harmoni antara manusia dan lingkungannya. Secara harfiah, feng berarti angin dan shui berarti air. Keduanya melambangkan aliran energi atau chi (qi) yang dipercaya memengaruhi kesehatan, keberuntungan, dan kesejahteraan seseorang. Dikutip dari laman www.britannica.com Dalam perkembangannya, fengsui tidak hanya diterapkan pada rumah tinggal, tetapi juga pada perkantoran dan ruang usaha modern.

Dilansir dari laman www.nationalgeographic.com Secara historis, fengsui telah dipraktikkan selama ribuan tahun sejak masa dinasti kuno di Tiongkok. Prinsipnya banyak dipengaruhi oleh filosofi Taoisme, konsep yin dan yang, serta teori lima unsur kayu, api, tanah, logam, dan air. Lima unsur ini diyakini saling berinteraksi membentuk siklus yang harmonis maupun destruktif, sehingga penataannya perlu diperhatikan agar energi tetap seimbang.

Dalam praktiknya, fengsui mengatur tata letak bangunan, arah pintu, posisi kamar tidur, hingga penempatan furnitur. Misalnya, pintu utama dianggap sebagai “mulut energi” sehingga harus bersih dan terang agar energi positif mudah masuk. Begitu pula dengan kamar tidur yang disarankan memiliki posisi tempat tidur yang tidak langsung menghadap pintu untuk menciptakan rasa aman dan stabil. Prinsip-prinsip ini dipercaya membantu meningkatkan kualitas istirahat dan ketenangan penghuni rumah.

Di era modern, fengsui juga banyak diterapkan dalam dunia bisnis. Beberapa perusahaan menata ruang kerja berdasarkan arah mata angin, pencahayaan alami, serta keseimbangan warna untuk mendukung produktivitas dan kenyamanan karyawan. Meski tidak semua orang meyakini fengsui sebagai ilmu pasti, pendekatan ini tetap populer karena mendorong keteraturan, kebersihan, dan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, fengsui dapat dipandang sebagai seni menata ruang agar terasa nyaman, seimbang, dan selaras. Terlepas dari kepercayaan masing-masing individu, prinsip dasarnya mengajarkan pentingnya harmoni antara manusia dan lingkungan tempat ia beraktivitas setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....