Orang yang Tidak Dekat dengan Saudara Kandung: Psikologi

  • 30 Nov 2025 19:53 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Dalam psikologi, hubungan antara saudara kandung merupakan salah satu ikatan keluarga yang paling awal dan berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Namun, tidak semua orang tumbuh dengan kedekatan emosional terhadap saudara kandung mereka. Jarak emosional ini bisa muncul karena berbagai faktor, seperti perbedaan karakter, jarak usia yang jauh, atau pengalaman masa kecil yang berbeda. Meski bukan hal yang ideal, kondisi ini umum terjadi dan tidak selalu menunjukkan adanya masalah serius.

Mengutip Unibos Journal, sebuah studi yang menggambarkan persepsi perlakuan orang tua ke anak, juga menjadi salah satu faktor utama yang membentuk hubungan antar saudara adalah dinamika keluarga pada masa kecil. Pola asuh orang tua, favoritisme, konflik yang tidak terselesaikan, atau kompetisi antar saudara dapat memengaruhi kedekatan di masa dewasa. Jika seseorang merasa tidak dipahami, diabaikan, atau dibandingkan dengan saudara kandungnya, jarak emosional dapat terbentuk sebagai mekanisme perlindungan diri. Pengalaman ini dapat terbawa hingga dewasa jika tidak pernah diproses secara emosional.

Selain itu, perbedaan kepribadian juga memengaruhi kedekatan. Tidak berbeda dengan hubungan pertemanan, beberapa saudara kandung memiliki nilai, gaya komunikasi, dan kebutuhan emosional yang sangat berbeda sehingga membuat mereka sulit merasa cocok satu sama lain. Dalam kasus seperti ini, hubungan tetap dapat berjalan baik, namun hanya pada batas tertentu tanpa kedekatan mendalam. Hal ini masih tergolong sehat selama hubungan berlangsung dengan saling menghormati.

Ketika seseorang dewasa, faktor kehidupan seperti pekerjaan, pernikahan, atau pindah tempat tinggal juga dapat membuat hubungan dengan saudara menjadi renggang. Prioritas hidup yang berbeda dapat menurunkan frekuensi komunikasi, sehingga kedekatan secara alami berkurang. Tidak adanya kebiasaan membangun hubungan sejak kecil juga membuat upaya menjalin kembali kedekatan terasa canggung atau sulit.

Penting untuk dipahami bahwa tidak dekat dengan saudara kandung bukanlah kegagalan, melainkan bagian dari dinamika hubungan manusia yang kompleks. Jika seseorang merasa tidak nyaman dengan kondisi itu, ia dapat perlahan membangun kembali hubungan melalui komunikasi terbuka dan interaksi kecil yang konsisten. Namun, jika hubungan tersebut terasa lebih sehat ketika berjarak, hal itu juga dapat diterima sebagai bentuk batasan yang wajar. Yang terpenting adalah menciptakan keseimbangan yang mendukung kesehatan emosional diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....