Prevalensi Stunting Minahasa Utara Turun 9,6 Persen

  • 16 Sep 2024 20:48 WIB
  •  Manado

KBRN, Minut : Prevalensi stunting di Kabupaten Minahasa Utara menunjukkan penurunan signifikan berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Tingkat stunting di wilayah tersebut turun sebesar 9,6 persen dari 20,5 persen pada tahun 2022 menjadi 10,9 persen pada tahun 2023.

Penurunan ini melampaui target nasional dan dinilai sebagai capaian positif dalam upaya mengurangi angka stunting.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan dan Pembinaan Tenaga Lini Lapangan BKKBN Sulawesi Utara dr. Cyndi Pricilla Octova Taloko menyatakan, penanganan stunting dilakukan secara konvergensi, dengan melibatkan berbagai sektor dalam melakukan pemantauan serta koordinasi dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di setiap Kabupaten/Kota.

Lebih lanjut, dr. Cyndi menjelaskan bahwa untuk memaksimalkan program penanganan stunting, BKKBN terus melakukan koordinasi intensif dengan TPPS di tingkat Kabupaten/Kota.

"Kami terus berkoordinasi dengan TPPS di Kabupaten/Kota agar program dan kegiatan percepatan penurunan stunting dapat berjalan secara sinergis dengan pemerintah pusat", ujarnya.

BKKBN juga telah menempatkan tenaga ahli di setiap daerah, yang disebut Technical Assistant (TA) Satgas Percepatan Penurunan Stunting. Kehadiran tenaga ahli ini sangat membantu dalam proses evaluasi program, memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target yang ditetapkan.

Penurunan angka stunting di Minahasa Utara ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....