Pasar 45 Titik Nol Kota Manado
- 04 Agt 2024 20:38 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Kota Manado adalah ibukota dari provinsi Sulawesi Utara dimana pasar 45 adalah titik nol kota Manado,merujuk pada sejarahnya sebagai pusat dari wilayah pertama hunian manusia,ini terjadi pada 1600an,ketika masyarakat asli ,Minahasa mulai menempati daratan di Teluk Manado.
Dikutip dari laman viva,co.id Hingga sekitar 1830-an, wilayah yang dihuni hanya terpusat di sekitar pelabuhan dan Pasar 45. Dulu dikenal dengan sebutan 'bendar' atau 'bandar' yang merujuk pada pasar di pelabuhan. Bendar tidak hanya menjadi tempat pertemuan pedagang dari wilayah sekitar Sulawesi, tapi juga pedagang dunia dari China, Arab dan Eropa. Seiring waktu, perubahan terjadi di lokasi yang menjadi saksi sejarah Kota Manado itu.
Hingga akhir 80an, ketika mencapai puncak popularitasnya, Pasar 45 masih tampak seperti layaknya pasar tradisional. Lengkap dengan para pedagang hasil bumi dan laut yang berasal dari sekitar Manado. Kini pasar tradisional sudah berganti dengan kios-kios pakaian serta berbagai produk lain. Sayangnya bukan hanya ada jejeran kios tertata rapih, sebaliknya kerumunan pedagang kaki lima (PKL), yang mulai menjamur sejak 90an.
Hampir semua angkutan umum di kota Manado akan melewati Terminal Pasar 45, yang merupakan jalur utama bagi para pelancong untuk menuju Pulau Bunaken menggunakan transportasi umum. Untuk menuju Taman Nasional Bunaken, salah satu yang membuat kota Manado masuk dalam 10 besar tujuan wisata terpopuler di Asia Tenggara, dapat menggunakan kapal dari pelabuhan yang berjarak hanya puluhan meter dari Pasar 45.
Sebelum ke Bunaken, para pelancong pun sudah bisa menikmati indahnya pantai Manado di sepanjang Jalan Piere Tendean, antara Pasar 45 ke pelabuhan. yang saat ini juga dikenal dengan sebutan Manado Boulevard. Reklamasi pantai selama 10 tahun dan selesai pada 1993, dilanjutkan dengan proyek pembangunan pusat-pusat perbelanjaan modern serta hotel berbintang, membuat Pasar 45 dan sekitarnya menjadi pusat keramaian.
Ada beberapa jaringan hotel internasional di sekitar Pasar 45, yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki, memudahkan para pelancong yang ingin mengecap berbagai makanan khas Manado, yang bukan hanya lezat tapi juga unikSesuai fungsinya, tentu saja Pasar 45 juga menjadi pusat jajanan yang wajib didatangi untuk wisata kuliner. Walau sejak hadirnya mal-mal modern, ketenaran Pasar 45 sudah tergerus, terutama di kalangan orang muda.
Pasar 45 sebagai saksi sejarah tumbuh kembangnya kota Manado, juga merupakan tujuan wisata kota, dengan keberadaan beberapa bangunan tua yang menandai perkembangan dari masa ke masa. Ada empat klenteng di Pasar 45, yaitu Ban Hing Kiong, Kwan Kong, Altar Agung dan Kwan Im Tong yang lokasinya berdekatan. Sehingga Pasar 45 akan tampil semarak setiap perayaan Tahun Baru Imlek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....