Tari Tatengesan: Persembahan Sejarah dan Kebudayaan Tradisional Minahasa

  • 09 Jul 2024 14:14 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Tari Tatengesan adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara, yang mengangkat cerita rakyat tentang desa Tatengesan. Dikutip dari Seputarsulut.com, Tarian ini pertama kali dibawakan oleh kelompok seni budaya desa Tatengesan pada tahun 1983 untuk memperingati pembentukan desa tersebut di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara.

Cerita yang diangkat dalam Tari Tatengesan adalah perjuangan masyarakat desa melawan serbuan bajak laut Mindanou dari perairan Filipina. Bajak laut ini sering mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat, memaksa mereka untuk bersatu dan melawan dengan semangat yang tinggi, seperti yang tercermin dalam syair dan lagu "Kiting-Kiting".

Tari Tatengesan ditarikan oleh sekelompok pria dan wanita, dengan minimal sembilan penari. Mereka didampingi oleh iringan musik dari alat musik tradisional seperti suling bambu, kolintang, tambur, momongan, dan tetengkoren. Gerakan tarian yang dinamis dan penuh semangat mencerminkan keberanian serta tekad dalam menghadapi ancaman, serta solidaritas masyarakat dalam mengatasi tantangan bersama.

Taman Budaya Sulawesi Utara turut berperan dalam memelihara dan mengembangkan Tari Tatengesan menjadi sebuah pertunjukan sendratari. Pertunjukan ini tidak hanya melestarikan nilai-nilai tradisional, tetapi juga menampilkan interpretasi yang lebih terstruktur sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat.

Melalui pertunjukan sendratari ini, cerita dan nilai-nilai budaya dari Tari Tatengesan dapat terus diwariskan kepada generasi selanjutnya. Lebih dari sekadar sebuah hiburan, tarian ini menjadi simbol kebanggaan bagi budaya Sulawesi Utara yang perlu dipromosikan di berbagai tingkat acara budaya, baik di dalam negeri maupun internasional.

(Rizla Hidayat Posumah)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....