Kebakaran Padam, Bandara Sam Ratulangi Manado Kembali Normal
- 06 Okt 2026 17:12 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kebakaran rumput terjadi di sekitar ujung Runway 18 Bandara Sam Ratulangi Manado pada Selasa, 6 Oktober 2026. Api yang berada di area sekitar gedung AFL dalam kawasan airside tersebut kini telah berhasil dipadamkan.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado Ambar Suryoko mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.01 waktu setempat. Berdasarkan informasi yang diterima, sumber api berasal dari lahan masyarakat yang berbatasan dengan perimeter Bandara Sam Ratulangi.
“Sekitar pukul 11.01 LT telah terjadi kebakaran rumput di area sekitar gedung AFL, dalam airside, di ujung runway 18 Bandara Sam Ratulangi Manado. Berdasarkan informasi, sumber api berasal dari area luar bandara, lahan masyarakat yang berbatasan dengan perimeter bandara,” ujar Ambar Suryoko.
| Baca juga: Ferry Liando Soroti Tiga Fokus FISIP Unsrat |
Proses pemadaman melibatkan sejumlah unit pemadam kebakaran dari berbagai instansi. Pemadaman dilakukan PK Bandara Sam Ratulangi sebanyak dua unit, TNI Angkatan Udara dua unit, PK Pemerintah Kota Manado satu unit, serta PK Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara satu unit.
“Api sudah berhasil dipadamkan. Proses pemadaman dilakukan PK Bandara Sam Ratulangi, TNI-AU, PK Pemerintah Kota Manado dan PK Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara,” katanya.
Kebakaran tersebut sempat berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Sam Ratulangi. Dua penerbangan keberangkatan terdampak, yakni Lion Air rute Manado-Surabaya dan Wings Air rute Manado-Ternate.
Sementara itu, empat penerbangan kedatangan dialihkan atau divert ke Bandara Djalaluddin Gorontalo. Keempat penerbangan tersebut yakni Super Air Jet rute Weda-Manado, Garuda Indonesia rute Jakarta-Manado, TransNusa rute Sorong-Manado, dan Susi Air rute Larat-Manado.
“Kejadian ini berdampak pada penerbangan di Bandara Sam Ratulangi, yaitu dua traffic departure dan empat traffic arrival yang divert ke Gorontalo,” jelas Ambar.
Ambar mengatakan, Bandara Sam Ratulangi sempat ditutup sementara selama tiga jam untuk mendukung proses penanganan kebakaran. Perum LPPNPI juga telah menerbitkan NOTAM Nomor A3815/26 dengan informasi penutupan runway.
| Baca juga: Sosialisasi Bahaya Narkoba di FISIP Unsrat |
Dari hasil pemeriksaan sementara, terdapat sejumlah peralatan yang kemungkinan mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut. Peralatan yang masih dalam pemeriksaan antara lain Localizer Runway 18 dan CCTV.
“Dari hasil pemeriksaan sementara ada beberapa peralatan yang kemungkinan mengalami kerusakan, yaitu Localizer R/W 18 dan CCTV. Saat ini masih dilakukan pengecekan oleh AirNav,” ujar Ambar.
Untuk mengantisipasi munculnya kembali api, pihak Angkasa Pura akan melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian pada malam hari. Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi area tetap aman setelah proses pemadaman.
“Untuk mengantisipasi api timbul lagi, maka malam ini pihak AP akan melakukan monitoring di sekitar lokasi kejadian,” katanya.
Ambar menegaskan, Bandara Sam Ratulangi Manado telah kembali beroperasi secara normal setelah penanganan kebakaran selesai. Operasional penerbangan selanjutnya berlangsung dengan memperhatikan hasil pemeriksaan dan kondisi fasilitas bandara.
“Bandara Sam Ratulangi Manado, saat laporan ini dibuat telah beroperasi normal kembali,” pungkas Ambar Suryoko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....