Runway 18 Bandara Sam Ratulangi Manado Alami Kebakaran
- 06 Okt 2026 14:43 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado — Runway 18 Bandara Sam Ratulangi Manado mengalami kebakaran rumput , Selasa, 6 Oktober 2026, sekitar pukul 10.55 WITA.
Kejadian bermula dari kebakaran rumput di area luar pagar bandara, yang kemudian merambat ke area rumput di sisi udara (airside) Runway 18. Berdasarkan informasi awal di lapangan, api berasal dari area perbukitan di luar perimeter bandara dan diduga terdorong masuk ke area perimeter akibat angin yang cukup kencang.
Sebagai langkah penanganan, petugas pemadam kebakaran segera melakukan pemadaman dan pengendalian api. Sejumlah kendaraan pemadam telah dikerahkan, terdiri atas:
• 2 unit kendaraan pemadam ARFF (Airport Rescue and Fire Fighting);
• 2 unit kendaraan pemadam dari Lanud;
• 2 unit kendaraan pemadam kebakaran Kota Manado.
| Baca juga: Ferry Liando Soroti Tiga Fokus FISIP Unsrat |
Hingga saat ini, api telah dapat dikendalikan secara bertahap. Petugas masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala. Proses penanganan diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar 1 jam.
Namun demikian, asap yang cukup tebal di sekitar Runway 18 berdampak terhadap jarak pandang (visibility) sehingga untuk sementara dilakukan penyesuaian terhadap operasional penerbangan demi memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap terjaga.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah penerbangan mengalami penundaan (delay) dan pengalihan (divert) Lion Air – JT 749 MDC ke Surabaya, status delay, Wings Air – IW 1174 Manado Ternate. Selain itu, terdapat penerbangan yang mengalami holding akibat kondisi jarak pandang di sekitar bandara. Beberapa Penerbangan juga mengalami Divert yaitu Garuda Indonesia – GA 600 Tujuan Jakarta ke Manado divert ke Gorontalo, TransNusa – TNU 273 Sorong ke Manado divert ke Gorotalo.
Sebagai bagian dari langkah mitigasi dan untuk menjamin keselamatan penerbangan, Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup sementara untuk operasional penerbangan sampai dengan pukul 17.00 WITA.
Penutupan sementara ini akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan, khususnya kondisi api, asap, serta jarak pandang di sekitar area runway.
Pihak Bandara Sam Ratulangi bersama seluruh unsur terkait terus melakukan koordinasi dan penanganan terhadap kejadian tersebut. Keselamatan dan keamanan penerbangan, penumpang, serta seluruh pengguna jasa bandara menjadi prioritas utama.
Hingga saat ini, api telah berhasil dikendalikan secara bertahap. Petugas masih melaksanakan proses pemadaman dan pendinginan (cooling down) untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala. Proses penanganan diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar satu jam dan akan terus dipantau oleh seluruh unsur terkait.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado Radityo Ari Purwoko atau biasa di sapa Oki menyampaikan “Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama kami. Menyusul adanya kebakaran rumput yang berdampak pada area sekitar Runway 18 serta kondisi asap yang memengaruhi jarak pandang, kami mengambil langkah mitigasi dengan melakukan penyesuaian dan penutupan sementara operasional penerbangan hingga pukul 17.00 WITA. Keputusan ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan seluruh aspek keselamatan penerbangan tetap terpenuhi.”Lebih lanjut, Oki menambahkan: “Kami bersama seluruh unsur terkait, termasuk petugas ARFF, Lanud, dan Pemadam Kebakaran Kota Manado, terus melakukan upaya pemadaman, pendinginan, serta memastikan area terdampak benar-benar aman. Kami juga terus berkoordinasi dengan maskapai, AirNav Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk meminimalkan dampak terhadap operasional dan pelayanan kepada pengguna jasa.”
“Kami memahami bahwa kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi para penumpang, khususnya akibat adanya penundaan maupun pengalihan penerbangan. Kami memohon pengertian dan kesabaran seluruh pengguna jasa. Setiap perkembangan terkait operasional penerbangan akan kami sampaikan secara berkala berdasarkan hasil evaluasi kondisi di lapangan,” tambahnya.
PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado memastikan seluruh unsur terkait terus melakukan koordinasi dan penanganan secara intensif. Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, penumpang, awak pesawat, serta seluruh pengguna jasa bandara menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional.
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kondisi kebakaran dan operasional penerbangan akan disampaikan sesuai dengan perkembangan situasi serta hasil evaluasi di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....