OMI 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Sains dan Riset Sulut

  • 03 Okt 2026 19:29 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Sebanyak 423 siswa akan mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 6 Oktober 2026. Ajang ini menjadi wadah pengembangan kemampuan siswa madrasah di bidang sains dan riset sekaligus bagian dari pembinaan menuju kompetisi tingkat nasional.

Ketua Tim KSKK Bidang Pendis, Kanwil kemenag Sulut, Nuril Huda, mengatakan OMI merupakan transformasi dari Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researcher Super Camp (MYRES) yang sebelumnya digelar secara terpisah.

Menurutnya, penggabungan tersebut tidak hanya menyatukan kompetisi sains dan riset, tetapi juga mendorong integrasi ilmu pengetahuan dengan nilai keislaman.

"Transformasi besarnya adalah bagaimana membangun ekosistem pendidikan Islam yang kompetitif, tetapi tidak mencabut dari akar moral dan keagamaan," ujar Nuril dalam tayangan Podcast OMI 2026, Talenta Sains & Riset Siswa Madrasah Sulut, Kamis, 1 Oktober 2026 .

OMI 2026 mengangkat tema integrasi sains, keislaman, dan ekoteologi. Di Sulawesi Utara, tema tersebut diterapkan melalui pembelajaran yang lebih kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan serta kearifan lokal sebagai bagian dari proses belajar dan riset siswa.

"Kita arahkan pendidikan kita lebih kontekstual, anak-anak langsung dengan dunia nyata," katanya.

Selain siswa madrasah, OMI juga memberikan kesempatan bagi siswa sekolah umum untuk berpartisipasi. Keterlibatan peserta dari sekolah umum di Sulawesi Utara tahun ini tercatat meningkat menjadi 23 peserta, dibandingkan sekitar tujuh peserta pada tahun sebelumnya.

Peserta dari sekolah umum tersebut berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Bahkan, sejumlah peserta yang lolos ke tingkat provinsi berasal dari sekolah umum dan memiliki latar belakang agama yang beragam.

Bagi peserta yang nantinya lolos ke tingkat nasional, Kanwil Kemenag Sulawesi Utara menyiapkan pola pembinaan dengan mengoptimalkan peran guru pendamping. Pendampingan dilakukan sejak peserta dinyatakan lulus melalui program yang disesuaikan dengan materi dan kisi-kisi kompetisi.

Pola pembinaan tersebut sebelumnya membuahkan hasil. Pada OMI tingkat nasional tahun lalu, kontingen Sulawesi Utara berhasil membawa pulang tiga medali. Tahun ini, capaian tersebut ditargetkan meningkat, baik dari jumlah maupun kualitas prestasi.

"Kalau kemarin cuma tiga medali, tahun ini kita harus dapat minimal empat. Atau kalaupun tetap tiga, ada emasnya," ujar Nuril.

OMI sendiri memiliki dua cabang utama, yakni sains dan riset. Melalui kompetisi ini, siswa didorong tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mulai mengenal proses penelitian sejak dini dengan tetap memperhatikan nilai moral dan keagamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....