Festival Literasi 2026 Dorong Peningkatan Indeks Literasi Sulut

  • 03 Okt 2026 18:57 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 atau Feslit 2026 diarahkan untuk mendorong peningkatan indeks literasi di Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung 2 hingga 4 Oktober 2026 di Museum Negeri Sulawesi Utara.

Sekretaris Putra Putri Literasi Sulawesi Utara Faradila Bachmid mengatakan, peningkatan literasi menjadi tujuan besar pelaksanaan Feslit 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan literasi di Sulawesi Utara dan Indonesia Timur.

“Indonesia tingkat literasi belum tinggi, namun saya yakin dengan melihat antusiasme teman-teman pegiat literasi yang ada di Indonesia Timur,” ujar Faradila.

Ia mengatakan pelaksanaan Feslit 2026 mendapat dukungan melalui kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, menghadirkan kegiatan literasi berskala besar di Sulawesi Utara membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan komunitas.

“Kegiatan ini digarap dengan serius, kemudian ini juga menjadi etalase sastra yang cukup bisa diperhitungkan,” katanya. Faradila menyebut kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Utara bersama Putra Putri Literasi Sulawesi Utara menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan.

Feslit 2026 juga mendapat respons positif dari pengunjung melalui berbagai kegiatan yang dihadirkan. Salah satunya bazar buku yang tidak hanya melibatkan penerbit nasional, tetapi juga memberikan ruang bagi penerbit lokal Sulawesi Utara.

Salah satu pengunjung, Kharisma Hasibuan, mahasiswa Universitas Manado, mengaku tertarik mengunjungi Feslit karena adanya bazar buku. Ia menilai kehadiran buku karya penulis lokal menjadi daya tarik tersendiri.

“Saya datang ke sini karena tertarik ada bazar buku dan ada diskon menarik. Tidak hanya dari Gramedia, tapi ada juga dari penerbit lokal dari Bolaang Mongondow,” ujar Kharisma.

Menurut Kharisma, buku karya penulis asal Bolaang Mongondow memiliki kualitas yang menarik untuk dibaca. Ia juga menilai kegiatan literasi seperti Feslit dibutuhkan generasi muda untuk membuka akses terhadap berbagai pengetahuan.

“Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan bagi generasi muda karena membuka pintu literasi untuk menciptakan generasi emas 2045,” katanya.

Selain bazar buku, Feslit 2026 menghadirkan berbagai kegiatan lain seperti pertunjukan teater. Faradila mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk mengangkat potensi lokal Sulawesi Utara.

“Visi kita untuk mengangkat potensi lokal Sulawesi Utara, teman-teman yang ada di Sulawesi Utara,” ujar Faradila.

Melalui Feslit 2026, Putra Putri Literasi Sulawesi Utara berharap semakin banyak masyarakat mengenal karya penulis dan pelaku seni lokal. Kolaborasi tersebut juga diharapkan memperluas ruang literasi sekaligus mendorong masyarakat semakin dekat dengan budaya membaca dan berkarya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....