Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 Angkat Filosofi Batik Rawat Budaya
- 03 Okt 2026 17:21 WIB
- Manado
RRI.CO.ID Manado - Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 atau Feslit 2026 resmi digelar bertepatan dengan Hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2026). Momentum tersebut menjadi inspirasi pelaksanaan Feslit dalam merawat budaya melalui literasi.
Ketua Putra Putri Literasi Sulawesi Utara Standius Bara Prima mengatakan, filosofi batik menjadi salah satu inspirasi dalam pelaksanaan Feslit 2026. Menurutnya, setiap motif batik menyimpan makna dan identitas yang diwariskan antargenerasi.
“Mengambil sisi dari batik dapat hidup melalui cerita. Setiap motif menyimpan makna, setiap goresan membawa identitas,” ujar Bara.
Menurut Bara, setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk merawat dan meneruskan warisan budaya. Semangat tersebut kemudian dihadirkan melalui Festival Literasi Sulawesi Utara.
Ia mengatakan Sulawesi Utara memiliki kekayaan budaya, bahasa, sejarah, cerita rakyat, serta nilai-nilai kearifan lokal. Kekayaan tersebut dinilai tidak cukup hanya dijaga sebagai warisan masa lalu, tetapi perlu terus diceritakan dan dituliskan.
“Tugas kita bukan hanya menjaganya sebagai warisan masa lalu, tetapi membacanya kembali, menuliskannya kembali, menciptakan narasi baru agar tetap hidup di masa depan,” katanya.
Bara menilai literasi memiliki peran penting dalam menjaga hubungan generasi muda dengan akar budayanya. Literasi juga menjadi sarana untuk memahami perkembangan zaman sekaligus menciptakan narasi tentang masa depan.
“Literasi adalah sebuah kemampuan generasi untuk memahami akar budayanya, membaca zamannya, dan menuliskannya pada masa depan,” ujar Bara.
Sejalan dengan semangat tersebut, Feslit 2026 memberikan ruang bagi berbagai komunitas dan pelaku kreatif di Sulawesi Utara. Ruang tersebut mencakup budaya, penulis lokal, hingga pelukis Sulawesi Utara.
Melalui Feslit 2026, Putra Putri Literasi Sulawesi Utara mendorong kolaborasi untuk menjaga kekayaan budaya sekaligus mengembangkan karya baru. Kegiatan tersebut diharapkan membuat cerita dan nilai budaya Sulawesi Utara tetap hidup serta dikenal oleh generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....