Hari Ketujuh, Damkar Kerahkan 8 Armada Padamkan Api TPA Sumompo

  • 30 Sep 2026 15:09 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumompo, Kota Manado, masih terus dilakukan hingga memasuki hari ketujuh, Rabu, 30 September 2026.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado masih melakukan penyiraman di sejumlah titik yang tersisa, terutama pada area yang berada di bagian curam dan sekitar kolam lindi.

Kepala Bidang pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Jimmy Rotinsulu, mengatakan upaya pemadaman dilakukan dengan melibatkan sejumlah peralatan, termasuk dozer dan ekskavator untuk membuka material yang kemudian disiram.

“Pada prinsipnya sampai hari ketujuh ini, Dinas Pemadam Kebakaran berdasarkan instruksi Pak Wali Kota Manado dan Pak Wakil Wali Kota Manado, kami tetap melakukan tugas pelayanan pemadaman kebakaran di mana saja, demikian juga di TPA Sumompo,” ujar Jimmy.

Menurutnya, kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Titik api yang berada di area curam membutuhkan waktu dan upaya lebih untuk dijangkau petugas. Kondisi angin yang terkadang bertiup kencang juga dapat menghambat proses pemadaman.

Untuk penanganan hari ini, Damkar mengerahkan enam unit armada pada siang hari dan menambah dua unit pada malam hari. Total sekitar 40 personel diturunkan setiap hari, di luar pejabat struktural yang melakukan pengawasan.

Kepala Bidang pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Jimmy Rotinsulu.

Jimmy menjelaskan, pemadaman umumnya dimulai sekitar pukul 09.30 WITA dan berlangsung sesuai kondisi di lapangan. Pada hari-hari awal kebakaran, armada bahkan harus bersiaga di lokasi hingga kondisi dinilai lebih kondusif.

“Setiap hari, Pak. Pada hari pertama dan hari kedua bahkan mencapai 9 sampai 10 armada. Sekarang kita tinggal memakai kurang lebih 8 armada,” katanya.

Ia memastikan aktivitas pembuangan sampah di TPA tidak mengganggu proses pemadaman. Kondisi api saat ini disebut sudah jauh lebih terkendali dibandingkan pada hari pertama dan kedua, sehingga petugas berfokus pada titik-titik api yang masih tersisa.

Pergantian personel juga diterapkan untuk menjaga kondisi petugas selama proses pemadaman yang berlangsung berhari-hari. Jimmy menyebut personel dari sejumlah pos melakukan sistem shift agar penanganan tetap berjalan tanpa mengabaikan waktu istirahat.

“Tidak, tidak mengganggu. Karena itu yang kami sampaikan tadi, karena api agak sedikit kondusif dibandingkan dengan hari pertama dan hari kedua yang mungkin Bapak-bapak dapat melihat, teman-teman wartawan dapat melihat yang apinya cukup besar,” tutup Jimmy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....