Kemenag Bolsel Dorong Guru Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta
- 21 Sep 2026 18:25 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Bolaang Mongondow Selatan - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan mendorong peningkatan kompetensi guru madrasah melalui Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM).
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Kemenag Bolsel H. Muh. Thaib Mokobombang di MTsN 1 Bolsel, Senin, 21 September 2026. Workshop diikuti guru madrasah se-Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan dilaksanakan secara serentak di empat lokasi, yakni MTsN 1 Bolsel, MIN 1 Bolsel, MTsN 2 Bolsel, dan MIS Al Falah Nunuka Raya.
Thaib mengatakan workshop tersebut penting untuk memperkuat kemampuan dan profesionalitas guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga perkembangan karakter peserta didik.
“Apresiasi saya sampaikan atas terlaksananya kegiatan ini. Kepada seluruh guru yang mengikuti workshop, saya berharap dapat mengikutinya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, sehingga apa yang diperoleh nantinya benar-benar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di madrasah,” ujar Thaib.
Ia menjelaskan, Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan pembentukan karakter sebagai salah satu bagian penting dalam proses pendidikan. Konsep tersebut berlandaskan prinsip Pancasinta, yang mencakup kecintaan kepada Allah dan Rasul, diri sendiri, sesama, lingkungan dan bangsa, serta ilmu pengetahuan.
Menurut Thaib, guru juga dituntut menciptakan lingkungan belajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi, berkembang dan mengasah kemampuan berpikir kritis.
“Pembelajaran harus mampu memuliakan peserta didik dengan memberikan ruang bagi mereka untuk bereksplorasi, berkembang, dan berpikir kritis. Guru memiliki peran penting untuk menciptakan suasana belajar yang penuh cinta, sehingga pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter,” katanya menambahkan.
Sementara itu, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bolsel H. Achmad Ma’sum Maspeke mengatakan workshop melibatkan seluruh guru madrasah di wilayah tersebut. Pembagian peserta ke empat lokasi dilakukan agar proses pelatihan dapat berlangsung lebih efektif.
Untuk kegiatan yang dipusatkan di MTsN 1 Bolsel, terdapat 50 guru yang mengikuti workshop. Mereka berasal dari MTsN 1 Bolsel, MTsN 4 Bolsel, MTs Fastabiqul Khairat Pinolantungan, MTs Muhammadiyah Bolsel, dan MAS Ma’arif NU Ilomata.
“Semoga program workshop yang dicetuskan oleh para Kepala Madrasah ini dapat berjalan dengan lancar dan menjadi wadah bagi para guru untuk terus mengembangkan profesionalitas serta meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah,” ujar Ma’sum.
Ia berharap hasil workshop dapat diterapkan oleh para guru di madrasah masing-masing, khususnya dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait penerapan kedua konsep pembelajaran tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna, humanis, sekaligus memperkuat karakter peserta didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....