Antrean Solar Masih Terjadi, Sopir Minta Pemerintah Cari Solusi
- 14 Sep 2026 18:34 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Antrean kendaraan untuk mendapatkan solar masih terjadi di sejumlah SPBU di Kota Manado, Senin, 14 September 2026. Kondisi ini dikeluhkan para sopir karena waktu kerja mereka banyak tersita untuk mengantre.
Di SPBU Winangun, seorang sopir bernama Glen mengaku telah mengantre sejak sekitar pukul 09.00 WITA di SPBU sebelumnya. Karena solar habis, ia kemudian berpindah ke SPBU Winangun sekitar pukul 14.00 WITA dan kembali mengantre.
Glen mengatakan kondisi tersebut membuat pekerjaannya terganggu karena waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja habis di perjalanan dan antrean.
“Ya terganggu, waktu terbuang,” ujar Glen.
Ia berharap pemerintah segera mencari solusi agar antrean solar tidak terus terjadi, termasuk karena antrean kendaraan turut mengganggu pengguna jalan lainnya.
“Jangan sampai begini, antre panjang-panjang. Karena selain merugikan torang, pengguna jalan lain juga terhambat, bikin macet,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Noldi, sopir yang mengantre di SPBU Malalayang. Ia mengaku telah berada di lokasi sejak sekitar pukul 20.00 WITA, Minggu, 13 September 2026, dan memilih bertahan hingga pagi untuk mendapatkan solar.
Sementara itu, pengawas SPBU Malalayang, Novel, memastikan pasokan solar di SPBU tersebut tetap tersedia. Menurutnya, pasokan masuk setiap hari dengan jumlah sekitar delapan ton.
“Kalau pasokan aman. Tiap hari masuk 8 ton. Untuk hari ini memang kelihatan antreannya panjang, karena mungkin di SPBU lain sementara ada pembinaan,” kata Novel.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat sebagian konsumen beralih ke SPBU Malalayang, sehingga jumlah kendaraan yang mengantre meningkat.
“SPBU Winangun atau Tambala, jadi konsumen banyak yang kemari, ke Malalayang. Jadi ada penambahan konsumen,” ujarnya.
Novel menambahkan, pihak SPBU tetap menerapkan pemeriksaan terhadap kendaraan yang akan mengisi solar, termasuk pemeriksaan tangki, STNK, foto kendaraan, serta barcode. Kendaraan yang tercatat telah melakukan pengisian di SPBU lain tidak kembali dilayani.
Para sopir berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mencari solusi agar antrean solar tidak terus menyita waktu kerja dan mengganggu arus lalu lintas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....